Buku Hana's Suitcase - ulasan | Buku Bagus

Buku Hana's Suitcase - ulasan

  • Rabu, 28 September 2011
  • Katagori : , , , ,
  • Kalimat di bawah judul buku ini berbunyi: Kisah Nyata terlaris di Dunia. Kalimat ini cukup menjadikan daya tarik bagi buku ini,ditambah dengan endorsement di cover belakang buku dan tema yang diangkatnya: holocaust.

    Holocaust menurut catatan adalah peristiwa pembantaian kaum Yahudi di bawah perintah Hitler di Jerman pada masa ia berkuasa. Peristiwa kemanusiaan ini menjadi sorotan dunia setelah berakhir, dan hingga kini masih menjadi isu yang cukup sensitif. Sejauh ini dari pengetahuanku, ada beberapa kisah yang diangkat lewat media film dan buku yang mengusung tema ini, antara lain film La vita รจ bella (Life is Beautiful) tahun 1997 yang dibintangi olehRoberto Benigni  dan sebuah novel yang juga sudah difilmkan yaitu The Boys in The Striped Pyjamas karya John Boyne yang dalam filmnya di perankan oleh Asa Butterfield dan Vera Farmiga tahun 2008.

    Dari kedua referensi yang sebelumnya pernah aku dapatkan,  aku menjadi tertarik untuk mencomot buku ini. Nyatanya, buku setebal 143 halaman dan berukuran saku ini menurutku sangat kurang menyentuh esensi dari peristiwa Holocaust itu sendiri. Mengapa?


    Pertama, kisah ini justru lebih menitikberatkan pada kisah sang tokoh Jepang yaitu Fumiko Ishioka. Awal kisah ini dimulai ketika dirinya mendapatkan kiriman berupa sebuah kopor usang dan berat yang bertuliskan Hana Brady, 16 Mei 1931, Waisenkind. (bahasa Jerman: Yatim Piatu). Dari kopor ini, Fumiko menelusuri kisah Hana, seorang gadis kecil yang hidup di Nove Mesto, Cekoslovakia pada tahun 1930-an. Fumiko berkeliling ke negara-negara Eropa, mengirim surat ke lembaga-lembaga dan museum-museum Yahudi.

    Kedua, kita tak mendapat apapun dari Hana. Memang, dialah yang memiliki kopor, dialah yang mati terbunuh di dalam kamar gas di Auschwitz. Namun, kakak lelakinya yang bernama George justru yang terakhir diketahui masih hidup. Pertanyaannya adalah, mengapa kita tidak mengulik kisah dari sang kakak saja? Bukankah dia merupakan saksi hidup dari peristiwa bersejarah ini?.

    Namun ini mungkin cuma soal selera saja. Kisah Hana Brady pada masa kecilnya, pada masa-masa menyedihkan dimana ia harus ditinggalkan kedua orang tuanya, pada masa-masa ia berada dalam kamp konsentrasi, dan detik-detik dia menuju Auschwitz diceritakan dengan cukup lengkap.  Bagaimana perjuangan Fumiko “mengubek-ubek” Eropa, serta usahanya “memaksa” museum-museum untuk memberikannya petunjuk mengenai Hana juga membuahkan hasil yang menggembirakan; ia bisa menemukan George, lengkap dengan foto-foto masa kecilnya.

    Kisah ini memang cukup menggugah, supaya kita generasi muda tak lantas lupa dengan sejarah, karena sejarahlah yang menjadikan kita seperti sekarang ini. Sayang sekaliaku harus memberi buku ini bintang 2 saja. 

    Bonne Lecture!

    Judul: Hana’s Suitcase
    Penulis: Karen Levine
    Penerbit: Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 2002
    Tebal: 143 halaman
    ISBN: 9792113460

    lintasberita

    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Copyright (c) 2010 Buku Bagus by Dunia Belajar