Buku Wrapping up - ulasan

Feel like years I am not doing anything on this blog. There are some spiderweb on the corner I guess. I just finish  a few books recently. Here they are...
The Mediator #1 Shadowland
Suze is a mediator -- a liaison between the living and the dead. In other words, she sees dead people. And they won't leave her alone until she helps them resolve their unfinished business with the living. But Jesse, the hot ghost haunting her bedroom, doesn't seem to need her help. Which is a relief, because Suze has just moved to sunny California and plans to start fresh, with trips to the mall instead of the cemetery, and surfing instead of spectral visitations.

I bet everyone here has already known this book, right?. Susannah Simon a.k.a Suze  maybe still wondering, wether she would happy or sad, knowing that she has a handsome and macho guy as her roommate. Unfortunately, he is a ghost. And the story goes on with the adventure of Suze with all of her ghosts.
But the very first day at her new school, Suze realizes it's not that easy. There's a ghost with revenge on her mind ... and Suze happens to be in the way.

Everything is going great for Suze. Her new life in California is a whirlwind of parties and excellent hair days. Tad Beaumont, the hottest boy in town, has even asked Suze out on her very first date. Suze is so excited that she's willing to ignore her misgivings about Tad... particularly the fact that he's not Jesse, whose ghostly status--not to mention apparent disinterest in her--make him unattainable. What Suze can#146;t ignore, however, is the ghost of a murdered woman whose death seems directly connected to dark secrets hidden in none other than Tad Beaumont's past.

I love the Indonesian cover. I have checked on the goodreads and being proud of my local publisher for our coolest cover! Yay!

I can not find any synopsis for this book. All I can say is just, Henry was really, really, Horrid. All of the children here named as they character; such as Lazy Linda, Moody Margaret, Sour Susan, Perfect Peter, etc. Horrible, exciting, funny, all at once! Be careful, this book is not actually for the children since it contains many bad behaviour.

He can't help being a bit wild, Mum. He's not like other dogs.' A scary werewolf video leaves Micky terrified of dogs and Mum decides the only answer is to get Micky a puppy of his own. But when they go to the kennels to choose a puppy, Micky doesn't pick the smallest, the cutest, or the quietest dog...but for some strange reason is drawn to Wolfie - who turns out to be a werepuppy! Wolfie turns out to be lots of fun and also lots of mischief! So when Micky's family decide to go on holiday, Wolfie is banned from going. Micky is distraught. What fun is a holiday without Wolfie?

Another type of Jacqueline Wilson. Unfortunately I couldn't enjoy it as well as the other parentless stories from her which I had before.

THe Last but not least, Negeri van Orange is the one came from my local publisher. Van Orange, as well known as Netherland, is the place where five Indonesian have to study. They met each other by accident at the subway, and then be good friends. Adventour, Life and Love all complete in this book. I love the adventour part, make me imagine how Holland it is. Furthermore, there are a lot of tips for us who interested to study to Netherland.


Well, Thats all my wrap up. Maybe it will take a long time to another post, but I'll keep my promise to stay tune to this blog. What'd you have these days? :)

lintasberita

Lanjut Baca

Buku Sleeping Beauty - ulasan




My girls always associate their daddy with a car. So every time their daddy is around, they will be busy asking questions, e.g. "where are we going today, Ayah?" This kind of question usually makes my hubby speechless and finally asks the girls to get into the car, drive it and decide the destination at the last minute. Good job, girls:)

The girls enjoy the journey very much. They will be busy playing around in the car, shouting here and there. Fighting now and then. The closing moment will be they will get sleepy and finally fall asleep.

Just like the pictures above. Look at Zea's sleepy face (1st pic). Ouch.. she could not stand it and at last fall asleep (2nd pic). Her elder sister, Najla, joined her and thought Zea's body is a pillow (last pic). Well...sweet dreams, baby.

lintasberita

Lanjut Baca

Buku Wisata Parijs van Java - Her Suganda - ulasan

No. 254
Judul : Wisata Parijs van Java - Sejarah, Peradaban, Seni, Kuliner, dan Belanja
Penulis : Her Suganda
Penerbit : Kompas
Cetakan : I, Januari 2011
Tebal : 333 hlm

Bandung yang kini telah berusia 200 tahun memang selalu menarik untuk dikunjungi. Lihat saja setiap akhir pekan mobil-mobil bernomor Jakarta dan kota-kota lain memenuhi jalan-jalan utama di kota Bandung. Apa yang sebenarnya menjadi daya tarik Bandung? Pastinya bagi masyarakat umum Bandung dikenal sebagai surga wisata belanja karena terdapat ratusan gerai factory outlet yang dapat memuaskan keinginan pengunjungnya untuk membeli baju-baju yang sesuai dengan trend mode masa kini. selain itu aneka makanan jajanannya yang khas dan lezat juga siap memanjakan perut para wisatawan yang keroncongan setelah seharian berbelanja baju.

Namun sebenarnya Bandung tak hanya menyajikan wisata mode dan makanan saja, kota yang pernah dijuluki Parijs van Java ini ternyata masih menyimpan banyak kekayaan wisata lain yang tak kalah memesona. Rasanya terlalu sayang jika mengunjungi Bandung hanya untuk membeli baju lalu berwisata kuliner saja. Lalu apa saja tempat-tempat lain yang layak dikunjungi? Buku “Wisata Parijs Van Java” karya wartawan senior Kompas Her Suganda ini mencoba menyuguhkan berbagai obyek dan tempat di Bandung dan sekitarnya yang ternyata menarik untuk dikunjungi para wisatawan dalam dan luar kota.

Di buku setebal 331 halaman ini penulis berusaha memenuhi rasa ingin tahu pembaca yang ingin berkunjung ke Bandung. Dan ternyata obyek-obyek wisata yang pantas dikunjungi di Bandung tidaklah sedikit, setidaknya buku ini memuat lebih dari tiga puluh tempat yang layak dikunjungi.

Buku ini membagi tujuan wisata Bandung ke dalam 6 bagian yang dimulai dari wisata sejarah menyusuri gedung-gedung bersejarah di kota Bandung, tempat-tempat ilmu pengetahuan dan seni, wisata kota, wisata alam dan argo, wisata kuliner, wisata belanja, plus bab tersendiri mengenai transportasi dan akomodasi di kota Bandung. Dan sebagai pelengkap, buku ini juga menyajikan daftar alamat dan nomor-nomor telepon penting dari berbagai lokasi wisata, hotel, travel, toko oleh-oleh, souvenir, rumah sakit, dan sebagainya.

Bagi yang menyukai wisata sejarah dan ingin menyelusuri bangunan-bangunan bersejarah (Gedung Sate, Gedung Merdeka, Museum Pos, dsb) yang banyak terdapat di kota Bandung buku ini bisa dijadikan panduan yang sangat baik. Selain menyimpan banyak bangunan bersejarah dari masa kolonial Belanda, beberapa bagunan di kota Bandung juga bisa menjadi saksi perjalanan hidup Bung Karno. Untuk itu buku ini menyajikan bagian khusus bagi pembacanya untuk berwisata sejarah sambil menapak Jejak Langkah Bung Karno di Bandung mulai dari sel no. 5 Penjara Banceuy yang kini berada di tengah-tengah area pertokoan, gedung Landraad ( gd. Indonesia Menggugat), penjara Sukamiskin, Institut Teknologi Bandung tempat Bung Karno meraih gelar Insinyurnya, rumah bersejarah Inggit Ganarsih, dan beberapa bangunan di Bandung yang merupakan rancangan Ir. Sukarno.

Khusus mengenai rumah-rumah rancangan Bung Karno, buku ini mencatat ada 11 rumah yang hingga kini masih berdiri dengan kokoh. Salah satu ciri khas hasil rancangan Bung Karno ada pada bagian atas bangunan-bangunan tersebut yaitu terdapat hiasan berupa gada. Ada yang berpendapat bahwa hiasan tersebut merupakan bagian dari pengaruh dunia pewayangan yang banyak mempengaruhi pikiran Bung Karno. Gada sendiri merupakan senjata yang biasa digunakan oleh tokoh wayang Bima.

Di bagian ilmu pengetahuan dan seni, buku ini menyajikan tempat-tempat di Bandung yang hingga kini menjadi pusat penelitian iptek dan perkembangan seni seperti Museum Geologi yang menyimpan fosil gajah purba dan 13 meteorit yang pernah jatuh di Pulau Jawa antara lain Meteorit Prambanan yang jatuh ke bumi pada tahun 1865. Di museum ini tercatat bahwa ketika sampai di bumi bobot meteorit tersebut mencapai 10 ton!.

Lalu ada pula Observatorium Boscha yang dibangun pada tahun 1912. Bangunan utamanya unik karena berbentuk kubah putih yang atapnya bisa dibuka dan ditutup untuk mengamati benda-benda angkasa. Di Observatorium Boscha ini terdapat teleskop Zeiss yang memiliki panjang tabung sekitar 11 meter dan diameter 150 cm. Saking besarnya teleskop ini sering dijuluki “Mata Raksaksa”.

Di bagian seni, terdapat tempat wisata-wisata seni yang layak dikujungi, antara lain Museum Barli yang juga menyediakan tempat untuk belajar melukis dan Saung Angklung Udjo yang jadi tujuan wajib para wisatawan mancanegara. Walau tidak setenar batik Yogya dan Solo ternyata Bandung juga memiliki tempat kegiatan membatik yang terletak di Jl Cigadung Timur dan Jalan Pesantren (Cimahi) dimana kedua tempat ini membuka diri untuk para pengunjungnya sehingga pengunjung bisa mengenal dan belajar membatik sendiri.

Untuk wisata belanja dan kuliner, selain tentang FO yang telah menjadi salah satu icon Bandung, buku ini juga mengulas tentang dua lokasi yang sedari masa lampau telah menjadi pusat fashion yaitu Pasar Baru dan jalan Tamin hingga sentra baju bekas Cimol (Cibadak Mall). Sedangkan untuk urusan perut selain menyajikan jajanan khas Bandung terungkap pula tempat yang direkomendasikan bagi para vegetarian. Tak ketinggalan pula tempat berjualan makanan ekstrim seperti sate kuda dan sate biawak.

Yang membuat buku ini menarik adalah bagaimana penulisnya menuturkan tempat-tempat tujuan wisata itu dengan detail dalam kemasan jurnalistik yang enak dibaca dan perlu. Jadi buku ini tak hanya menyajikan nama dan tempat wisata saja melainkan memberikan gambaran lengkap dan rinci mengenai sejarah, latar belakang, suasana, dan hal-hal menarik yang jarang terungkap dalam buku-buku panduan wisata lain. Selain itu ratusan foto-foto yang dicetak secara tajam dan tata letaknya yang dinamis juga membuat buku ini menjadi lebih informatif.

Jadi jika kita sering bertandang ke Bandung, buku ini bisa menjadi buku panduan untuk menyusuri kota Bandung dan sekitarnya yang mungkin belum kita ketahui selama ini. Tidak hanya bagi mereka yang sering berwisata ke kota Bandung buku ini juga layak dimiliki oleh warga Bandung sendiri yang ingin mengenal kotanya lebih dalam lagi. Bukan tak mungkin banyak orang Bandung sendiri yang mungkin tidak mengetahui tempat-tempat wisata beserta sisi-sisi menariknya yang terdapat dalam buku ini.

Selain itu buku ini juga tentunya dapat membangun kesadaran masyarakat luas bahwa sebetulnya Bandung bukan hanya surga belanja dan kuliner seperti yang telah dikenal selama ini. Di buku ini akan terungkap bahwa ada banyak tujuan wisata lain yang dapat memperluas pemahaman kita akan ilmu pengetahuan, sejarah, kesenian, dan peradaban dari sebuah kota yang dulu pernah dipersiapkan menjadi ibu kota pemerintahan Hindia Belanda dan sempat dijuluki sebagai Parijs van Java.

@htanzil

lintasberita

Lanjut Baca

Buku Hibridisasi dalam Kisah Fantasi Modern - ulasan

Judul Buku: The Iron King
Penulis: Julie Kagawa
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penerbit: Kubika
Cetakan: Pertama, Desember 2010
Tebal: 462 Halaman

J.K. Rawling bisa jadi merupakan pendongeng terpopuler saat ini. Cerita Harry Potter yang dikarangnya berhasil merebut hati jutaan pembaca dari berbagai penjuru dunia. Kisah mengenai keberadaan dunia sihir yang pararel dengan dunia Muggle (manusia biasa) ini bahkan ketika diangkat ke layar lebar pun mendapat apresiasi luar biasa dari penonton.

Meski hanya sekedar sebuah cerita, Harry Potter tetap menyisakan tanda tanya besar, yakni jika para penghuni di dunia sihir sedemikian hebat kemampuannya, mengapa mereka tidak melakukan invasi ke dunia manusia? Inilah salah satu perbedaan antara Harry Potter karya J.K. Rawling dengan The Iron King ini, meskipun sama-sama mengakui keberadaan “dunia lain”.

Berkisah tentang seorang remaja bernama Meghan Chase. Sejak kecil tidak ada hal istimewa dalam hidupannya, kecuali hilangnya secara misterius orang yang dianggap ayah kandungnya, tepat di pinggir kolam renang belakang rumah mereka. Pasca peritiwa tersebut sang ibu kemudian memutuskan untuk migrasi dan menikah lagi. Hingga kini, saat usianya menjelang enam belas tahun Meghan tinggal bersama Ibu kandung beserta Luke ayah tiri dan Ethan adik tirinya.


Roda hidupnya mulai berubah secara drastis ketika terjadi peristiwa Changeling, yaitu proses pertukaran antara anak manusia, dalam hal ini terjadi pada Ethan adik tirinya dengan anak Faery dari dunia Nevernever. Sebuah dunia yang mendapat energi dari mimpi dan imajinasi para mortal (manusia). Penculikan ini diketahuinya dari mulut Robbie, satu-satunya sahabat yang ia miliki. Belakangan Robbie mengakui ia merupakan sebangsa Faery dengan nama asli Goodfellow alias Puck. Ia diutus oleh rajanya, Oberon, untuk menjaga Meghan dari ancaman kejahatan yang ditimbulkan oleh musuh-musuh Oberon.

Walhasil, demi menyelamatkan Ethan, Meghan harus berani melakukan perjalanan berbahaya, memasuki dunia Nevernever dengan Puck yang menjadi pemandunya. Di dunia para faery ini, terdapat dua kerajaan besar yang tengah bersaing, Istana Terang dengan rajanya Oberon dan Istana Gelap yang dipimpin Ratu Mab. Mengingat Puck dari Istana Oberon, maka satu-satunya kecurigaan dialamatkan kepada Istana Mab yang dikenal jahat sebagai penculik Ethan.

Ternyata pencarian ini tak sesederhana yang dibayangkan, berkali-kali nyawa Meghan nyaris celaka oleh para penghuni Fearyland, sebutan lain untuk Nevernever. Ia bahkan hampir disantap hidup-hidup oleh kawanan Goblin. Namun Nevernever bukan sekedar menyambut Meghan dengan suguhan marabahaya, tetapi juga cinta dan persahabatan. Hal ini terbukti, selain Puck yang setia, dalam misinya mencari dan meyelamatkan Ethan ia dibantu oleh Grimalkin, kucing yang dapat bicara, bahkan hatinya pun tertambat pada salah satu feary bernama Pangeran Ash, putra bungsu Ratu Mab.    

Fiksi yang dibangun Julie Kagawa ini seolah hasil hibridisasi dari Harry Potter, Lord of The Ring, The Chronicles of Narnia, dan A Midsummer Night’s Dreams sekaligus. Keberadaan dua dunia yang berbeda secara pararel dengan trod sebagai penghubung mengingatkan kita pada Harry Potter-nya J.K. Rawling. Pengakuan terhadap Eksistensi makhluk-makhluk “aneh” seperti Ogre, Goblin dan setting yang dipentaskan sepadan dengan Lord of The Ring-nya Tolkien. Binatang-binatang yang bisa berbicara layaknya manusia sangat kental dengan nuansa The Chronicles of Narnia-nya C.S. Lewis, sedangkan nama-nama seperti Oberon, Puck dan Ratu Titania secara gamblang menegaskan keterpengaruhan dari A Midsummer Night’s Dreams karya William Shakespeare.   

Namun Kagawa tak sekedar melakukan hibridisasi, ia mampu membangun ceritanya sendiri dengan dahsyat dan memikat. Bahkan tidak seperti Rawling yang mengabaikan alasan keberadaan dunia sihir selain dunia manusia, Kagawa melakukan rasionalisasi atas hal itu. Ia misalnya mengungkap kenapa kaum feary tidak melakukan invasi terhadap para mortal yang disebabkan kemampuan bertempur, bahkan kehidupan mereka akan melemah dan binasa dalam dunia manusia yang dipenuhi logam.

Di sisi lain, cerita dalam buku ini penuh dengan metafora dan simbolisasi. Rasionalitas dan logika peradaban modern dalam bentuk teknologi, diandaikan sebagai sebuah ancaman bagi dunia Nevernever yang lahir buah rasa dan imaji manusia. Akan saya petikkan kata-kata Grimalkin kepada Meghan ihwal Nevernever yang diambang sekarat: “Mortal tak percaya pada apa pun selain ilmu pengetahuan. Bahkan anak-anak pun terpengaruh. Mereka mencemooh cerita-cerita lama dan lebih tertarik pada perangkat terbaru, Komputer atau video game. Mereka tak lagi mempercayai monster atau sihir. Ketika teknologi mengambil alih dunia, keyakinan dan imajinasi memudar, dan begitu juga kami” (hlm. 236).

Hal ini dikarenakan prinsip ilmu pengetahuan adalah untuk menjadikan semua hal dapat dijelaskan dan logis. Faery dan Nevernever bersifat magis, tidak logis dan tidak dapat dijelaskan, dengan demikian ilmu pengetahuan tidak dapat membuktikan keberadaan faery. Sehingga menurut ilmu pengetahuan faery tidak ada, dan ketidakpercayaan seperti itu berakibat fatal bagi eksistensi faery.

Menyusuri petualangan Meghan yang dituangkan dalam buku setebal empat ratus enam puluh dua halaman ini, bukan sekedar menawarkan eksotisme dunia faery yang mengundang decak kagum imajinasi pembaca lengkap dengan makhluk-makhluk aneh di dalamnya, bukan pula mengumbar kengerian maupun suspense bagi pembaca. Namun nilai-nilai luhur kekeluargaan yang perankan oleh Megan Chase maupun persahabatan dari Grimalkin, Puck dan Pangeran Ash menjadikan novel ini bukan sekedar menyuguhkan hibridisasi dalam kisah fantasi modern, namun penuh muatan moral yang hendak ditularkan. Terlebih terdapat gugatan yang dilayangkan terhadap absurditas peradaban modern, membuat buku ini memiliki nilai tambah sebagai sebuah bahan permenungan bagi pembaca.      


lintasberita

Lanjut Baca

Parodi Melanggar Hak Ciptakah?

Saat ini aku lagi mbaca buku "Gokil School Musical" yang ditulis oleh Oben Cedric dan Iwok Abqary. Baru selesai bab 1, kuakui aku tertawa dengan banyolan mereka. Segera ku-update status buku di Goodreads, "kocak!". Gak berapa lama muncul komentar dari salah temen GR,

"knapa ya, saia itu paling ilfil ama buku yg jelas-jelas "numpang" beken dr produk luar (misal e'pliss, new emon, tuilet, deesbe)...dr cover dan judul aja udah plagiat High School Musical, kan? kayak gini penulis+penerbit perlu ijin nggak sih? melanggar hak cipta nggak sih?"

Nah, aku sebagai manusia awam agak bingung jawabnya. Awalnya berpikir, kayaknya sih emang gak perlu ijin, tapi kalau masalah pelanggaran hak cipta, aku gak tau. Sempat numpang tanya ke Mbak Rini, dan jawabannya pun tak jauh berbeda.

Sebenernya fenomena "numpang" keren emang lagi hits. Banyak juga buku yang memarodikan buku yang sudah terkenal, seperti Ayat Amat Cinta, E'pliss, New Emon, Tuilet, The Da Peci Code, Maryam Ah Kapok, dan juga buku yang saat ini sedang kubaca, Gokil School Musical.

Jujur, aku masih kurang tau, apakah buku-buku ini hanya sekedar memplesetkan judul saja atau juga isinya karena aku belum pernah membaca buku-buku tersebut. Karena buku yang sekarang kubaca pun masih sebatas bab 1, jadi aku pun gak bisa menyimpulkan apakah isinya memplesetkan cerita "High School Musical".

Apakah mereka ber-"plagiat"? mungkin sementara ini aku bisa berkata, mungkin iya, tetapi sebatas ide. Nah, kalau sudah berbicara tentang ide, sepertinya sangat wajar jika ber-"plagiat", karena munculnya ide selalu diprakarsai dari apa yang sebelumnya sudah ada. Permasalahan plagiat masuk kategori berat apabila, eksekusi ide tersebut sama, dalam arti isi, alur dan konflik sama/mendekati sama dengan cerita yang asli.

Entahlah, apakah cuap-cuapku di atas bisa diterima. Sekarang, bagi siapa pun yang mungkin bisa menyanggah atau memberi tambahan, amat sangat diperkenankan ^^



lintasberita

Lanjut Baca

Suami Untuk Mama

Sejak Mama dan Papa Su berpisah karena pertengkaran mereka saat liburan ke Yugoslavia, Su tinggal di rumah neneknya. Nenek adalah perempuan bertubuh besar dan tegap, ditambah dengan sifat yang suka menguasai dan suara keras, Papa menjulukinya “Nyonya Sersan”. Nenek tidak tinggal sendiri, dia tinggal bersama Oma Alice, adiknya, dan Tante Irmela, adik Mama. Bersama wanita-wanita inilah Mama, Su dan Kakaknya, I tinggal setelah minggat dari rumah Papa. Pertengkaran ini menyebabkan Su dan I agak kesulitan jika ingin bertemu dengan Papa, yang sebelumnya bisa mereka jumpai kapan saja.



“Bukan salahku mereka berpisah. Aku punya hak bertemu dengan ayahku sesering yang kuinginkan dan tidak didikte ibu! Aku ini bukan perabot dapur, yang dibawa-bawa waktu pindah dan ditaruh di dalam dapur yang baru!” h.79


Su tidak hanya pusing dengan masalah Papa dan Mama, tetapi juga dari Oma Alice yang tergila-gila dengan kebersihan dan kebiasaannya mengumbar peribahasa hampir di setiap kalimatnya. Oma Alice selalu ikut “menyemarakkan” perdebatan yang terjadi di rumah, selain itu sangat hobi menggerutukan kalau orang-orang di rumah tidak ada yang pernah mau memberitahukan apa pun kepadanya, padahal dia selalu mengetahui semua yang terjadi pada penghuni rumah. Nenek pun tidak bisa diharapkan untuk menciptakan ketentraman dengan sifatnya yang “mengerikan”. Hanya Tante Irmela, orang dianggap masih “normal”. Perempuan berusia 30-an yang mampu membuat para pria bertekuk lutut dengan rambut pirang, mata biru dan lesung pipinya. Tetapi kenormalan Tante Irmela tidak mampu mengalahkan kesengitan perempuan-perempuan di rumah. Beruntunglah Su memiliki teman laki-laki yang tinggal bertetangga dengannya, Benny Meier. Benny hanya tinggal bersama ayahnya semenjak ibunya menghilang. Sering kali Su menceritakan keluhan-keluhannya dengan tingkah Nenek dan Oma Alice kepada Benny.


“… Benny Meier benar! Benny mengatakan dugaannya bahwa suasana di tempat banyak wanita hidup bersama selalu “sengit”….Jadi? Jadi harus dimasukkan laki-laki ke dalam rumah!...” h.51


Komentar Benny membuat Su berkesimpulan bahwa di rumah membutuhkan pria untuk menenangkan kesengitan. Setelah menimbang-nimbang siapa yang akan Su “nikahkan”, dia memutuskan untuk mencari Mama suami baru. Segera Su membuat daftar pria yang dikenalnya, kemudian dicoret beberapa calon yang dinilainya tidak “layak”. Di sekian calon, Su sangat menyukai Dr. Johannes Salamander, guru bahasa Jermannya. Su menjulukinya Salamander Api karena dia sangat menyukai rambutnya yang berwarna merah menyala. Dengan segala upaya Su berusaha membuat Salamander terpikat dengan Mamanya lewat taktik bawah sadar, yang nantinya akan membuatnya dianggap mengalami gangguan jiwa dan dibawa ke “dokter empat ratus shilling”


Gagal menjodohkan Mama dengan Salamander, gadis cilik yang suka menyusun sajak ini tidak menyerah. Dia masih berkeinginan untuk mencarikan Mamanya suami. Dari Benny tercetus nama Ayahnya. Su menganggap ide Benny sangat cemerlang. Sebenarnya keluarga Su dan ayah Benny sangat tidak akur, bahkan Nenek dan Oma Alice menyebutnya “si Tak Tahu Diri” kepada Ayah Benny. Akan tetapi kali ini Su benar-benar bertekad mendapatkan ayah, maka dia menyusun rencana bersama Benny agar Ayah Benny dan Mama Su bisa menikah. Hanya saja, rencana mereka berujung dengan pertengkaran yang sangat hebat.


Berdasarkan pengakuan Christine Nostlinger, penulis asal Autria ini dulunya adalah bocah yang liar dan pemarah. Sifatnya di masa kecil ini sepertinya sangat berperan atas tercipta tokoh Su yang polos tetapi kritis menanggapi keadaan di sekitarnya. Berbeda dengan Madicken, Pippi atau Emil, tokoh cilik rekaan Astrid Lingren yang atraktif lewat tingkahnya, Su lebih atraktif dengan pikiran-pikirannya dan lebih banyak melakukan debat. Beberapa kalimat yang menurutku sangat sinis tapi ngena adalah,



“Saat itu aku sebenarnya kepingin sekali datang ke balkon sebelah, untuk mengatakan pada Mama dan Papa bahwa mereka berdua sama-sama salah. Aku juga ingin sekali mengembalikan segala petuah yang biasa mereka ucapkan padaku dan I, jika kami berdua bertengkar”
h.23


“Hebat sekali orang tua yang kita pilih” h.24 [diucapkan ketika Mama dan Papa untuk kesekian kalinya bertengkar di meja makan restoran]


“Jangan suka mencampuri kehidupan orang dewasa lagi. Mereka tidak suka jika dicampuri.[kata dokter empat ratus shilling] “Eh! Kenapa tidak suka jika dicampuri?” kata Su memprotes. “Orang dewasa sendiri juga suka mencampuri kehidupanku! h.99


Judul Buku : Suami Untuk Mama

Penulis: Christine Nostlinger

Penerjemah: Agus Setiadi

Penerbit: Gramedia

Terbit: Maret, 1985

Tebal Buku: 192 halaman





lintasberita

Lanjut Baca
 
Copyright (c) 2010 Buku Bagus by Dunia Belajar