The Dalai Lama Little Book Of Wisdom - The Dalai Lama


The Dalai Lama Little Book Of Wisdom
His Holiness The Dalai Lama
HarperCollinsPublishers
Inggris
400 halaman
Hard Cover


‘ With the realization of one’s own potential and self-confidence in one’s ability, one can build a better world’


The Dalai Lama Little Book Of Wisdom adalah salah satu bacaan favorit saya. Karena itulah, walaupun sudah lama sekali membaca buku ini, saya ingin sekali menceritakan buku ini di sini.
Sesuai dengan judulnya, buku ini berukuran juga relatif kecil bila dibandingkan dengan buku lain di rak buku saya. Tetapi walau pun kecil sarat sekali dengan pemikiran yang besar. Kecil-kecil cabe rawit.

‘ It must be said that genuine compassion is not like pity or a feeling that others are somehow lower than you. Rather, with genuine compassion you view others as more important than yourself ‘

Terdiri dari sepuluh chapter, yaitu; contentment, joy and living well; facing death and dying; dealing with anger and emotion; giving and receiving; transforming the mind; transforming through altruism; transformation through insight; eight verses of transforming the mind; compassion-the basis for human happiness; dan chapter terakhir, questions and answer.

‘ when we go to hospital, irrespective of the doctor’s quality, if the doctor shows genuine feeling and deep concern for us, and if he or she smiles, then we feel OK. But if the doctor shows little human affection, then even though he or she may be a very great expert, we may feel unsure and nervous. This is human nature’

Chapter kesukaan saya adalah chapter sembilan, apalagi kalau bukan compassion-the basis for human happiness.

Setiap halaman berisi tema yang berbeda-beda, kadang berisikan kalimat panjang, kadang pendek. Kehidupan, kebahagiaan hidup, kematian, kemanusiaan, kemarahan, keikhlasan semua dibahas secara singkat, mengena dan dalam. Bahkan seulas senyum pun mempunyai arti yang mendalam bagi Sang Dalai Lama ini.

‘ The smile is a very important feature of the human face. But because of human intelligence, even that good part of human nature can be used in the wrong way, such as sarcastic smiles or diplomatic smiles, which only serve to create suspicion. I feel that a genuine, affectionate smile is very important in our day-to-day lives. How one creates that smile largely depends on one’s attitude. It is illogical to expect smiles from others if one does not smile oneself. Therefore, one can see that many things depend on one’s own behaviour’

Membaca buku ini tidak pernah bosan, bahkan membaca halaman yang sama berkali-kali juga tidak akan bosan. Karena setiap kali membaca di waktu yang berbeda walau di halaman yang sama, makna yang bisa kita ambil pun bisa berbeda-beda, ajaib kan?!

Image hosted by Photobucket.com
lintasberita

Lanjut Baca

Meluruskan Arti Jihad


KORAN JAKARTA, Jum'at 21 Mei 2010
========================

Judul: Fiqih Jihad
Penulis: Yusuf Qardhawi
Penerbit: Mizan
Cetakan: I, April 2010
Tebal: 1260 halaman (termasuk indeks)
========================
Inilah buku teraktual yang membahas tentang jihad. Tidak hanya itu, buku ini pun boleh disebut buku babon perihal jihad. Betapa tidak, buku setebal 1260 halaman “hanya” berisikan jihad dari pelbagai sisi. Tak aneh, Yusuf Qardhawi, sang penulisnya, menyatakan bahwa buku termutakhirnya ini sebagai masterpiece-nya.

Buku ini lahir dari kegelisahan-intelektual Yusuf Qardhawi akan maraknya berbagai aksi kekerasan yang mengatasnamakan Islam. Ditulis dalam waktu yang sangat panjang—sekitar 6 tahun—dan sempat terhenti untuk melihat relevansi pembahasan dengan realitas yang terjadi, Yusuf Qardhawi dalam buku ini ingin menjawab kebutuhan umat Islam terhadap penjelasan mengenai Islam dan pandangan tentang jihad.

Selama ini, jihad seolah identik dengan perang. Pandangan mainstream seperti itu berakibat fatal, karena menganggap Islam sebagai agama teroris dan mengajarkan kekerasan. Fiqih Jihad mencoba mengubah mainstream itu dengan meletakkan jihad dalam konteks yang lebih luas. Bahkan, tidak hanya itu, Qardhawi, pemikir terkemuka fiqih di Dunia Muslim kontemporer ini, membahas dan sekaligus mendudukkan kembali pengertian, ajaran, dan praksis jihad.

Qardhawi membedakan jihad dengan perang (qital) baik dari segi bahasa maupun syari’at (hukum Islam). Jihad menurut bahasa adalah bentuk mashdar dari jahada-yujahidu-jihadan-mu
jahadatan, dan bentuk musytaq (derivatif) dari kata jahada-yajhadu-jahdan yang berarti menanggung kesulitan atau mencurahkan kemampuan.

Qital adalah bentuk mashdar dengan wazn (timbangan) fi’al dari qatala-yuqatilu-qitalan-muqatalatan, dan bentuk musytaq dari kata qatala-yaqtulu-qatalan yang berarti menghilangkan jiwa orang lain. Jadi secara bahasa, kedua kata tersebut berlainan makna, baik secara derivasi maupun semantik.
Kedua kata tersebut secara syari’at juga berlainan maknanya. Jihad bukan bermakna perang (qital) adalah penyebutan kata jihad pada ayat-ayat makiyyah (yang turun di Makkah) sebelum disyari’atkannya qital (perang) di Madinah. Salah satunya disebut dalam Al-Qur’an Surat Al-Nahl ayat 110.

“Dan sesungguhnya Tuhanmu pelindung bagi orang-orang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Perang (qital) hanyalah salah satu bagian dari Jihad. Akan tetapi, hal ini tidak menafikan bahwa hukum keduanya tersebut berlainan dari sudut pandang realisasi dan perincian, dan bahwa cakupan jihad lebih luas daripada perang (qital) dan tingkatan jihad yang lain. Pembahasan kedua kata ini dijabarkan dengan cukup panjang dan argumentatif.

Melalui buku ini, Yusuf Qardhawi, ingin menghadirkan Islam yang toleran, moderat, realistis, dan ramah, tanpa mengabaikan pakem-pakem syari’at yang sudah ditetapkan. Dalam bahasa Qardhawi syariat Islam memuat hal-hal yang permanen (tsawabit), tetapi memberikan pula ruang-ruang yang bisa berubah (mutaghayyirat). Misalnya, syari’at jihad.[]

M Iqbal Dawami, pencinta buku, aktif di “Kere Hore Jungle Tracker Community” Yogyakarta

lintasberita

Lanjut Baca

Menguak BUMN Indonesia


KORAN JAKARTA, 27 April 2010
=========================
Judul : BUMN Expose; Menguak
Pengelolaan Aset Negara
Senilai 2.000 Triliun Lebih
Penulis : Ishak Rafi ck&Baso Amir
Penerbit : Ufuk Press
Tahun : I, Maret 2010
Tebal : 306 halaman
Harga : Rp94.900
=========================

Dalam Wikipedia.com disebutkan bahwa pascakrisis moneter 1998, pemerintah giat melakukan privatisasi dan mengakhiri berbagai praktik persaingan tidak sehat. Fungsi regulasi usaha dipisahkan dari badan usaha milik negara (BUMN).

Sebagai akibatnya, banyak BUMN yang terancam gulung tikar, tetapi beberapa BUMN lain berhasil memperkokoh posisi bisnisnya.

Indonesia memiliki 160 lebih BUMN. Dengan jumlah seperti itu mestinya BUMN dapat menghidupi rakyat Indonesia menuju hidup sejahtera. Namun kenyataannya ibarat panggang jauh dari api.

Coba kita lihat negara lain yang memiliki perusahaan- perusahaan BUMN. Singapura, misalnya. Negara ini mempunyai Singapore Airline dan Singapore Telcom di bawah BUMN, kini kedua perusahaan tersebut berkinerja bagus dan paling efisien di dunia.

Padahal, keduanya adalah BUMN. Demikian pula dengan China dan India, dua negara yang kini menjadi tumpuan harapan dunia setelah jatuhnya kedigdayaan ekonomi Amerika Serikat AS). Keduanya telah berkembang pesat berkat keberhasilan BUMN-BUMN mereka.

Dibanding negara lain, BUMN Indonesia bergerak hampir di seluruh sektor ekonomi, mulai dari pertanian, manufaktur, pertambangan, perdagangan, keuangan (bank dan nonbank), telekomunikasi, transportasi, sampai listrik, konstruksi, dan lain-lain.

Buku BUMN Expose; Menguak Pengelolaan Aset Negara Senilai 2.000 Triliun Lebih berusaha menyoroti BUMN luar-dalam.

Buku ini mengajak pembaca untuk menelusuri zaman kegelapan BUMN. Perusahaan-perusahaan BUMN dari masa awal kemerdekaan sampai akhir masa Orde Baru diulas tuntas di sini.

Bagaimana perusahaan-perusahaan itu berdiri, peranannya dalam pembangunan ekonomi bangsa, sistem tata kelolanya dalam hubungannya dengan penguasa, dan lain-lain. Menurut buku ini, saat itu, tidak ada transparansi dalam pengelolaan BUMN.

Sedang, perusahaan-perusahaan itu pun terserak di 17 departemen teknis. Sedang BUMN pada zaman ini hanya menjadi sapi perah dan sumber dana non-budgeter yang bisa digunakan untuk apa saja.

Selain itu, buku ini membahas pula upaya pembenahan BUMN sejak krisis memorak porandakan dunia usaha sampai akhir Kabinet Reformasi Pembangunan Habibie.

Diulas pula perjalanan Bank Mandiri sebagai salah satu BUMN, sampai ke bentuknya sekarang sebagai salah satu bank terbesar dan terbaik di Republik ini.

BUMN tidak seperti laiknya usaha bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan. Bayangkan, total aset seluruh BUMN Indonesia pada 2004 mencapai 1.313 triliun rupiah, tapi laba bersihnya hanya mencapai 25 triliun rupiah.

Kinerja return on asset (ROA)-nya sangat rendah, sehingga BUMN menjadi entitas yang gemuk tapi tidak lincah menghasilkan profil atau keuntungan.Walhasil, jika saja BUMN dikelola secara modern dan profesional, hal seperti itu tidak seharusnya ada.

Buku ini membuka wawasan kita bahwa Indonesia memerlukan terobosan dan gagasan baru dalam mengembangkan BUMN, sebagaimana dikatakan Hendri Saparini, sehingga mampu mewujudkan perekonomian Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.[]
 

M Iqbal Dawami, pencinta buku, bergiat di “Kere Hore Jungle Tracker Community” Yogyakarta  
lintasberita

Lanjut Baca

Mengapa Pria Punya Putting Susu? - Billy Goldberg, M.D. & Mark Leyner


Mengapa pria punya puting susu? (Ratusan pertanyaan yang tak berani Anda tanyakan pada dokter)
Billy Goldberg, MD dan Mark Leyner
Gramedia
Bahasa
Non fiksi
151 halaman

‘...ketika harus memilih antara dikencingi dan diludahi, saya memilih dikencingi. Ini bukan kelainan. Urin yang normal itu steril. Urin terdiri atas cairan, garam, limbah, tapi bebas dari bakteri, virus dan jamur. Tidak selalu wangi, tapi jelas lebih bersih daripada ludah. Ludah mengandung banyak sekali bakteri dan karena itu kotor dan menjijikan...’

Ternyata tidak betul kalau kita menguap disebabkan karena kekurangan oksigen. Kebanyakan kita menguap karena rasa empati kita setelah melihat orang lain menguap. Jadi menguap itu menular! Ternyata ikan pun menguap, could you imagine that?!

Ternyata lidah itu adalah otot yang terkuat dalam tubuh kita, sesungguhnya lidah adalah kumpulan empat buah otot.

Ternyata sperma itu bergizi, jumlah total kalorinya lima, berasal dari protein, enzim, fruktosa, air, vitamin c, asam sitrat, fosfat, bikarbonat, seng dan prostaglandin, katanya sih cukup bagus untuk sarapan. (WHAT?!)

Ternyata walaupun tidak bertulang penis itu bisa patah, dan perempuan bisa berejakulasi karena memiliki kelenjar Skene.

Ternyata kita lebih baik meminum urin lebih baik daripada meminum air laut disaat kita terdampar di tempat yang kering kerontang.

Ternyata semakin tua, telinga kita semakin membesar.

Dan....

Ternyata duduk terlalu lama di toilet bisa menyebabkan hemorrhoid.

Ditulis oleh Mark leyner dan Billy Goldberg, seorang penulis skenario dan dokter ER, buku ini sekaligus menambah pengetahuan kita dan juga menghilangkan stress. Judul asli dari buku ini adalah Why Do Men Have Nipples? Hundreds of Questions You'd Only Ask a Doctor After Your Third Martini. Dari buku ini saya jadi tahu kalau kelamaan duduk di toilet bisa menyebabkan wasir. Sayang sekali, padahal buku ini teman yang menyenangkan di toilet sana.


Image hosted by Photobucket.com

lintasberita

Lanjut Baca

Filosofi Kopi - Dee



Filosofi Kopi
Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
Dee
Truedee Books dan Gagas Media
Bahasa
Cetakan I: Februari 2006
134 halaman
Soft Cover

‘ Sebuah hubungan yang dibiarkan tumbuh tanpa keteraturan akan menjadi hantu yang tidak menjejak bumi, dan alasan cinta yang tadinya diagungkan bisa berubah menjadi utang moral, investasi waktu, perasaan, serta perdagangan kalkulatif antara dua pihak.
Cinta butuh dipelihara. Bahwa di dalam di dalam sepak-terjang-nya yang serba mengejutkan, cinta ternyata masih butuh mekanisme agar mampu bertahan.
Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau yang tahu-tahu meledakkanmu-entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan.....karena cinta adalah mengalami.’

Filosofi Kopi, kumpulan cerita dan prosa karya Dee ini terdiri dari 18 cerita dan prosa; Filosofi Kopi, Mencari Herman, Surat Yang Tak Pernah Sampai, Salju Gurun, Kunci Hati, Selagi Kau Lelap, Sikat Gigi, Jembatan Zaman, Kuda Liar, Sepotong Kue Kuning, Diam, Cuaca, Lara Lana, Lilin Merah, Spasi, Cetak Biru, Buddha Bar, Rico de Coro. Yang ditulis dan dikumpulkan selama satu dekade. Temanya bermacam-macam tapi Dee mengaku bahwa cinta tetap menjadi topik favoritnya. Bukan hanya cinta antara dua insan, tetapi cinta yang bertranformasi. Misalnya cinta sang barista akan kopi atau bahkan cinta antar kecoa. Saya pikir Filosofi Kopi dan Sikat Gigi sangat unik walaupun favorit saya adalah Surat Yang Tak Pernah Sampai dan Rico de Coro. Khusus judul yang terakhir ini sedikit mengingatkan saya terhadap The Tale of Despereaux-nya Kate DiCamillo tetapi dengan cerita yang lebih menggemaskan dan bumbu yang lebih segar dengan akhir yang tragis, dan bahkan salah seorang teman saya berkomentar lewat sms, “Rico de Coro keren!”. Intinya semua tulisan Dee disini mengajak kita berimajinasi dengan pikiran kita sendiri, berfikir, dan kemudian tersenyum atau bahkan menitikkan air mata, menyentuh hati.

Goenawan Mohammad berujar, “Dee memikat pada ritme kalimat. Kalimatnya berhenti atau terus bukan hanya karena isinya selesai atau belum, tapi karena pada momen yang tepat ia menyentuh, mengejutkan, membuat kita senyum, atau memesona.” Kepekaan Dee memang sangat memikat. Ceritanya berwujud menjadi sebuah sandiwara kecil dalam imaginasi saya, walau di sekali cerita Dee kurang konsisten dalam penokohan karakter di satu episode cerita filosofi kopi, dan membuat pementasan sandiwara kecil dalam imaginasi saya sedikit tersendat-sendat, namun hal itu tidak terlalu berarti memang, karena hanya sedikit tersendat, kemudian mengalir lagi dengan indah, lugas, dan cerdas! Cerkas lebih tepatnya, kalau lagi-lagi boleh meminjam istilah dari Bapak Goenawan Mohammad.

‘Pohon besar tumbuh mendekati langit dan menjauhi tanah. Ia merasa telah melihat segala dari ketinggiannya. Namun masih ingatkah ia dengan sepetak tanah mungil waktu masih kerdil dulu? Masih pahamkah ia akan semesta kecil ketika semut serdadu bagaikan kereta raksasa dan setetes embun seolah bola kaca dari surga, tatkala ia tak peduli akan pola awan di langit dan tak kenal tiang listrik?’

Image hosted by Photobucket.com

lintasberita

Lanjut Baca

Menjadi Manusia Produktif


SINDO, Minggu, 18 April 2010
===========================
Judul: Beyond Productivity
Penulis: Sugeng Santoso
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Maret 2010
Tebal: 174 hlm.
===========================

ANDA mungkin pernah melihat orang yang sudah berusia lanjut, tapi tidak banyak menghasilkan apa-apa pada masa muda hingga tuanya entah itu berupa karya, prestasi, maupun finansial.

Namun juga,anda mungkin pernah melihat orang yang masih muda, tetapi sudah banyak menghasilkan halhal yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain, entah itu karya,prestasi,maupun kekayaan. Kenyataan di atas tak lain menyangkut produktivitas seseorang dalam mengelola hidupnya.Faktor produktivitas sangat tergantung kepada manajemen waktu,motivasi, kemampuan koordinasi sumber daya, serta kualitas-kuantitas yang dihasilkan seseorang. Dengan kata lain, produktivitas berhubungan erat dengan kesuksesan.Atau bisa juga dibalik,kesuksesan terkait erat dengan produktivitas.


Salah satu hal penting dalam hidup ini adalah soal produktivitas dalam pekerjaan.Seberapa efektifkah kita dalam berkarya setiap hari? Sudah optimalkah produktivitas kerja kita? Mengapa waktu bekerja begitu banyak,namun penghasilan kita tidak kunjung meningkat? Pertanyaan- pertanyaan tersebut sering diajukan oleh khalayak orang sebagai tanda bahwa ada yang salah dengan produktivitas mereka. Sugeng Santoso, melalui bukunya Beyond Productivity, memberikan solusi perihal masalah produktivitas tersebut. Banyak para top performer dunia, kata Sugeng, dapat menyelesaikan pekerjaannya beberapa kali lebih cepat dibandingkan dengan kebanyakan orang. Hal itu disebabkan mereka mengerti dan melakukan keahliankeahlian (skill) yang berbeda dari kebanyakan orang di dunia ini.

Menurut Sugeng, ada sepuluh faktor kunci yang membedakan orang-orang dengan produktivitas tertinggi—seperti top performer dunia—dengan orang-orang yang produktivitasnya rata-rata. Kesepuluh faktor kunci tersebut antara lain memahami dua aturan dasar dalam produktivitas (too much things to do,too little time dan ketika anda menjadi lebih baik anda akan menarik lebih banyak tanggung jawab), memiliki kejelasan,kenali dan miliki kemampuan/kompetensi anda, mengetahui faktor penghambat terbesar dalam diri anda, milikilah kreativitas, miliki keberanian, selalu selesaikan pekerjaan terpenting anda, miliki pembimbing, dan miliki hati yang mau melayani. Namun, dari kesepuluh faktor tersebut, ada dua hal yang patut dijadikan perhatian besar.Karena banyak orang seringkali mengabaikannya. Pertama, memahami dua aturan dasar dalam produktivitas.

Sugeng mengatakan bahwa banyak orang selalu merasa mempunyai begitu banyak hal yang harus diselesaikan dan selalu merasa kekurangan waktu untuk menyelesaikan semua hal tersebut.Padahal,kita akanselalukekuranganwaktuuntuk menyelesaikan semua pekerjaan kita, tetapi kita akan selalu memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita yang paling penting dan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatandanhasilyangkitainginkan. Dalam hal ini, hukum Pareto, yaitu prinsip 80/20, bisa diterapkan. Hukum itu mengatakan bahwa 80% akibat berasal dari 20% penyebab.
Hukum Pareto tersebut ditemukan pada 1897 oleh seorang ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto dari Universitas Lausanne saat ia mencari pola kekayaan dan penghasilan di Inggris. Jadi, silakan ajukan pada diri anda,“Apa 20% dari aktivitas yang saya lakukan yang menghasilkan 80% income yang saya dapatkan selama ini?”Ujar Sugeng.

Anda akan melihat bahwa dari usaha yang konsisten terus-menerus untuk hal-hal kecil akan memberikan hasil terbesar.Anda akan memperoleh produktivitas yang tinggi bila anda memperhatikannya terus menerus. Kedua, milikilah hati yang mau melayani. Betapa banyak orang hanya fokus pada imbalan atas apa yang mereka lakukan. Dan ketika orang fokus hanya terhadap imbalan, maka secara otomatis ia akan kehilangan nilai ketulusan dari tindakannya. Menurut Sugeng, imbalan, hasil, uang atau pendapatan kita adalah sebuah akibat saja. Hal ini hanya dapat kita peroleh dan secara otomatis akan meningkat drastis apabila kita berfokus pada tindakan melayani orang lain, melayani pelanggan-pelanggan kita baik internal maupun eksternal dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

Tentu saja, sisi positif lainnya adalah kita akan memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan yang tiada tara. Jadi, produktivitas ternyata tidak hanya seberapa besar yang dihasilkan dan seberapa besar hasil yang didapat, tapi juga berkait dengan kepuasan untuk memberi yang terbaik dan kepuasan menerima penghargaan yang baik. Kesepuluh faktor kunci yang dipaparkan Sugeng dalam bukunya itu akan menjamin anda bisa hidup produktif, asalkan dilakukan secara kontinu dan bertahap. Dan hasilnya,anda akan mengusahakan segala sesuatunya bisa efektif, efisien,dan berkualitas. Menjadi lebih produktif sudah tentu merupakan keinginan semua orang. Sayangnya, hanya sedikit orang saja yang bisa melakukannya.

Tentu saja kegagalan mencapai produktivitas disebabkan oleh banyaknya hambatan, baik hambatan itu berasal dari dalam diri maupun dari luar. Buku yang ditulis Sugeng ini sangat berharga dan layak dibaca dan dijadikan panduan bagi siapa saja yang menginginkan hidupnya produktif, terlebih dalam hal pekerjaannya. Penting pula dibaca bagi mereka yang menginginkan untuk melakukan lompatan besar. Buku ini menawarkan suatu pesan penuh harapan dan rasa percaya diri. Buku ini membuat anda akan menjadi manusia yang lebih baik.(*)

M Iqbal Dawami,
Bergiat di Kere Hore Jungle Tracker Community (KHJTC) Yogyakarta.


lintasberita

Lanjut Baca
 
Copyright (c) 2010 Buku Bagus by Dunia Belajar