Buku Negeri 5 Menara - ulasan

Negeri 5 Menara
Sebuah Novel yang Terinspirasi Kisah Nyata
A. Fuadi @ 2009
GPU - Cet. 7, Juni 2010
432 hal.

Awalnya, Alif marah ketika Amaknya meminta ia melanjutkan sekolah ke pendidikan agama. Padahal, dengan nilai yang sangat baik yang ia peroleh, ia bisa melanjutkan ke SMA. Sejak SD, Alif sudah bersekolah di madrasah. Lagi pula, Alif dan Randai, temannya, sudah berjanji akan masuk ke SMA yang sama, lalu melanjutkan ke ITB, bercita-cita ingin jadi seperti BJ Habibie.

Tapi apa mau dikata, orang tuanya bersikeras untuk tetap memasukkan Alif ke sekolah agama. Alasan mereka, selama ini, hanya anak-anak yang tidak dapat sekolah negeri, atau anak-anak nakal yang masuk ke sekolah agama, bagaimana bisa mendapatkan pendidik agama yang baik jika bukan bibit terbaik yang masuk ke sekolah agama. Akhirnya, Alif menyerah, tapi ia hanya mau masuk sekolah Pondok Madani di Ponorogo, bukan sekolah agama di Maninjau, tempat asalnya.

Dengan berat hati, mereka pun melepas Alif untuk merantau.

Sampai di Pondok Madani, Alif ternyata ‘terpukau’ dengan kemegahan tempat itu. Di hari pertamanya, Alif pun terbius oleh sebuah ‘mantra sakti’: man jadda wa jada - Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Kata-kata yang membakar semangat Alif dan teman-teman barunya. Kata-kata yang akan membangkitkan Alif nantinya dari segala keraguan dan keputusasaan.

Belajar di Pondok Madani sangat berat, dengan segala peraturan dan kedisplinan yang tinggi, ritme harian yang padat, penyesuaian bahasa yang hanya boleh mempergunakan bahasa Arab dan Inggris – yang dianggap sebagai bahasa dunia. Pondok Madani mempersiapkan mereka untuk ‘terjun’ ke dunia luas, untuk merantau ke sampai ke negeri orang.

Peraturan di PM sangat ketat, salah sedikit, tidak akan bisa menghindar dari ‘mahkamah’ yang terkenal angker. Gara-gara mendapat hukum jewer berantai, Alif mendapatkan sahabat-sahabat baru yang akhirnya dikenal sebagai Sahibul Menara – Alif, Baso, Dulmajid, Said, Raja dan Atang. Mereka bermimpi bersama, mereka-reka bentuk awan.

Surat-surat dari Randai kerap ‘menggoda’ Alif untuk menyerah, tapi untung Alif mempunyai teman-teman dan ustad-ustad yang mendukungnya dan selalu siap ‘membakar’ semangatnya kembali.

Sebuah novel, yang didasari oleh kisah nyata. Cara bertuturnya sangat ‘teratur’. Gak ada lompatan-lompatan yang membuat terkejut. Semua mengalir dengan tenang. Gue bisa ikut menikmati sebuah kehidupan di pesantren, meskipun terkesan sangat berat dan ketat, tapi banyak banget manfaatnya.

Gue kaget juga ternyata udah cetakan ke-7. Dari awal novel ini terbit, gue belum 'tergerak' untuk membelinya, meskipun heboh banget pemberitaan tentang novel ini. Apalagi sampai masuk ke Kick Andy segala. Gue takutnya ini kaya' Ayat-Ayat Cinta, atau Ketika Cinta Bertasbih. Tapi ternyata, ini lebih 'mirip' ke Laskar Pelangi (hehehe.. meskipun gue belum tuntas juga sih baca buku yang satu ini). Gue juga jadi inget sama '9 Matahari - Adenita', novel yang gue rasa diambil dari kehidupan nyata si penulis. Nah... bulan puasa, kaya'nya 'moment' yang pas untuk baca buku ini.. hehehe..

Satu lagi novel yang membuat gue ‘bermimpi’. Novel yang membuat gue merenung. Udah lama nih, gue gak baca novel yang bisa membuat gue sedikit berpikir. Semoga ‘mantra sakti’ itu juga bisa membuat gue semangat.

lintasberita

Lanjut Baca

Sakinah Bersamamu


Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna tapi menerima pasangan kita dengan sempurna

Kalimat yang menghiasi sampul depan buku berjudul Sakinah bersamamu ini sangat mewakili isi keseluruhan cerita pendek dan pembahasannya. Manusia tidak ada yang sempurna, semua pasti sudah hapal dengan pernyataan yang satu ini. Namun hapal bukan berarti paham dan kemudian mengamalkannya dalam keseharian. Apalagi ketika penilaian tentang kesempurnaan datangnya individu yang semuanya memiliki isi kepala dan imajinasi masing-masing. Kesempurnaan sudah barang tentu menjadi sebuah kesubyektifan.

Mengharapkan kesempurnaan inilah yang kerap menciptakan problematika dalam kehidupan rumah tangga. Si istri ingin suaminya begini, si suami ingin istrinya begitu. Keinginan-keinginan yang kemudian berujung pada ketidakpuasan, pertengkaran, bahkan perselingkuhan. Berbeda itu Pelangi. Judul yang tertulis dalam salah satu pembahasan sebuah cerpen berjudul ‘Rahasia Mas Danu’ ini, terdengar indah untuk menggambarkan bahwa sebenarnya perbedaan adalah sebentuk anugerah dalam sebuah rumah tangga. Perbedaan yang malah berfungsi untuk melengkapi bahkan diharapkan dapat memperbaiki masing-masing karakter. Hal ini pun terpercik dalam cerpen Ngambek yang kemudian dibahas dalam artikel Dilema Istri Sensi, Suami Enggak Sensi.

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja ketika mereka mendakwakan diri mereka (kami telah beriman), sedangkan mereka belum diuji. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar imannya dan siapa yang dusta." (QS. al-Ankabuut: 2-3)

Pernikahan adalah penggenap agama seorang muslim, sudah pasti ujian-ujian yang dihadapi tidak lah mudah. Yang masih separuh aja mati-matian istiqomah, apalagi yang udah genap sempurna. Ketika perbedaan dalam rumah tangga telah teratasi, ujian mungkin akan berlanjut ke masalah cemburu, kisah cinta masa lalu, keluarga besar, tetangga bahkan ketidakpuasan atas diri sendiri. Konflik-konflik inilah yang coba diuraikan Asma Nadia lewat cerpen-cerpen pernikahan yang kemudian beliau analisa lebih lanjut.

Ada sedikit kebingungan ketika harus ditanya apakah buku ini termasuk jenis fiksi atau non fiksi. Hal ini dikarenakan caranya menuturkan problematika rumah tangga dan solusinya dengan memadukan unsur fiksi [cerpen] dan non fiksi [ulasan]. Namun, di sisi lain, hal tersebutlah yang membuat buku ini unik dan berbeda dengan buku-buku pernikahan yang lain. Adanya cerpen membuat pembahasan tentang pernikahan menjadi lebih luwes. Pembaca tidak hanya disodori ulasan tentang pernikahan tetapi juga imajinasi. Apalagi cerpen-cerpen tersebut cukup klop dengan renungan ‘bijak berumah tangga melalui cerita’ yang disampaikan Asma Nadia, kecuali cerpen Kalung yang terkesan dipaksakan untuk masuk ke dalam pembahasan tentang rumah tangga.

Berdasarkan pengakuan dari Asma Nadia pada bagian ‘kata pengantar’, cerpen-cerpen yang dihadirkan dalam buku Sakinah Bersamamu sebenarnya adalah kumpulan dari karya-karya lamanya, kecuali cerpen Kalung dan Sakinah Bersamamu. Bagi yang sudah khatam dengan buku-buku Asma Nadia mungkin akan diajak sedikit bernostalgia. Sedangkan bagi yang baru mengenal tulisan Asma Nadia lewat buku ini, tidak perlu takut basi karena cerpennya masih relevan dengan kondisi saat ini.

Judul : Sakinah Bersamamu
Penulis : Asma Nadia
Penyunting: Thenita
Penerbit : Asma Nadia Publishing
Terbit: Cetakan Pertama, Oktober 2010
Tebal : xii+ 344 halaman


lintasberita

Lanjut Baca

Buku Protes Penuntasan Tragedi Mei 1998 - ulasan


Judul : Hotel Pro Deo
Penulis : Remy Sylado
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Terbit : Juli, 2010
Tebal : 1.016 halaman
Harga : Rp. 200.000
Novel ini bukan novel sejarah, namun di dengan latar belakang fakta historis, Remy Sylado sanggup membuat novel ini menjadi lebih hidup. Apalagi fakta historis tersebut kontroversial dan tidak terjawab tuntas hingga kini.
Penulis menilai, inilah salah satu kelebihan Hotel Pro Deo. Fakta dan fiksi berhasil “dikawinkan” sehingga menghasilkan sebuah karya yang memang patut dibaca. Mungkin inilah cara yang dilakukan oleh Remy Sylado sebagai jawaban atas kegelisahannya dalam melihat fakta sejarah, yakni peristiwa yang terjadi di sekitar Mei 1998.
Dalam novel ini Remy tidak hanya secara jelas mengisahkan peristiwa-peristiwa penting pada masa itu, mulai dari kerusuhan berbau rasial, sampai lengsernya Presiden Soeharto tetapi juga membuka kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di balik semua peristiwa itu.
Persoalan pembantaian etnis Tionghoa misalnya, Remy menggambarkan bahwa itu mungkin terjadi karena rekayasa atas dasar kepentingan tertentu. Di sini tampak, sementara ada pihak yang masih meragukan terjadinya peristiwa itu di tahun 1998, Remy “bersikeras” bahwa fakta itu ada, namun penuntasannya tidak seperti yang diharapkan.
Itulah protes Remy, seperti ia juga memrotes pejabat yang cenderung korup, menyalahgunakan wewenang, merekayasa fakta, licik dan kotor, demi mencapai tujuan tertentu. Dalam novel ini Remy menggunakan tokoh pejabat kepolisian, Kombes Dharsana untuk menunjukkan hal tersebut.
Untuk mencapai tujuannya, Kombes Dharasana yang digambarkan penggemar perempuan, tega menghilangkan nyawa anak tirinya, merekayasa fakta, sampai memanfaatkan orang lain untuk membunuh dan mencelakakan musuh-musuhnya.
Namun, diceritakan dalam buku ini, sepak terjang Dharsana memang berhasil dilumpuhkan. Apalagi salah seorang rekannya yang juga memiliki jabatan di kepolisian, Rachmat Wirjono, ikut mendukung usaha untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh Dharsana.
Di titik iniah Remy seperti memiliki harapan. Ia yakin bahwa dalam lembaga yang selalu dituduh korup, masih ada sosok yang mash memiliki hati nurani, mau membela kebenaran, dan membersihkan lembaga tempatnya mengabdi dari orang-orang tidak bermoral.
Keasyikan pembaca dalam membaca novel ini bertambah karena Remy sering membahas “kesalahkaprahan” umum dalam penggunaan Bahasa Indonesia, misalnya saja penyebutan istilah “aktor intelektual”.
Menurut Remy istilah tersebut salah pakai jika ditujukan sebagai penyebutan “dalang” dari sebuah peristiwa. Menurutnya, istilah yang digunakan seharusnya adalah “auctor intellectualis”, bahasa Belanda, yang kira-kira berarti “pemikir di belakang layar”.
Kritik atas buku ini adalah, pengisahan jalannya persidangan atas Dharsana. Kisah tersebut disampaikan secara detil di bagian akhir novel ini. Menurut hemat penulis, detil jalannya persidangan tidak perlu disampaikan. Pasalnya, hal itu menjadi pengulangan atas apa yang telah diikuti oleh pembaca. Tanpa pengisahan jalannya persidangan, jalan cerita novel ini tetap kuat.
Dari novel ini, pembaca dapat belajar bahwa sebuah peristiwa besar tidak pernah berdiri sendiri, namun berdimensi luas dengan kompleksitas keterkaitan yang sulit untuk dijelaskan maupun diurai. Mungkin hanya sastra yang dapat memetakan modelnya.***
(dimuat di HU Koran Jakarta, 21 Agustus 2010)

lintasberita

Lanjut Baca

Buku INFIDEL - ulasan

Judul : InfidelPengarang : Ayaan Hirsi AliPenerbit : Free Press, NYTahun : 2007Tebal : 350 halAyaan adalah mantan anggota Parlemen Belanda yang berasal dari Somalia. Namanya mungkin asing bagi masyarakat Indonesia, namun bagi pembela kebebasan berpikir dan berpendapat, kini ia adalah salah satu tokoh yang dikagumi karena keberaniannya melakukan kritik terhadap kaum fundamentalis Islam dan
lintasberita

Lanjut Baca

Buku RELIGION EXPLAINED - The Evolutionary Origins - ulasan

Judul : Religion Explained – The Evolutionary Origins of Religious ThoughtPengarang : Pascal BoyerPenerbit : Basic Books, NYTahun : 2001Tebal : 330 halBerdasarkan penelitian antropologi, setiap kebudayaan memiliki agama atau yang dapat disamakan dengan itu. Namun, mengapa manusia pada umumnya beragama? Adakah jawaban tunggal untuk pertanyaan tersebut?Banyak jawaban telah diberikan untuk menjawab
lintasberita

Lanjut Baca

Buku Remember Me (Rumah Kenangan) - ulasan



Buku kedua Mary Higgins Clark yang kubaca ini tampaknya membuat aku kembali kagum dengan si pengarang misteri yang satu itu. Daya khayalnya tinggi, dan mampu mengolah suatu kejadian biasa menjadi mencekam dan penuh misteri.

Awalnya aku heran, aku pikir Remember me ini adalah terobosan barunya MHC dengan memberikan cerita alam gaib dan hantu gentayangan. Tambah lagi dengan adanya suasana mistis yang dibangun sejak awal cerita, hingga cerita-cerita mitos yang berseliweran tentang rumah-rumah tua dan penampakan-penampakan aneh.

Adalah Menley, yang mengalami trauma hebat semenjak kehilangan anak lelaki pertamanya dalam sebuah kecelakaan kereta api. Demi melanjutkan hidupnya yang normal, Menley dan Adam sang suami pindah ke sebuah rumah indah nan kuno di pinggir laut. Rumah itulah yang disebut Remember House. Di rumah inilah ternyata Menley kembali merasakan serangan kilas balik tentang anaknya yang meninggal, dan suaminya akhirnya menyarankan istrinya untuk kembali mendekam di rumah sakit.

Hal inilah yang dianggap sebagai ancaman bagi Menley, apalagi ketika dia melihat berbagai kejadian aneh dan suara-suara tanpa sumber jelas. Ia jelas tidak mau kembali ke rumah sakit itu, tapi ia tahu suaminya tak percaya padanya lagi. Konflik batin antara dirinya dengan suaminya, serta masalah anehnya dengan Remember House membawanya ke sebuah akhir yang menegangkan dan mencengangkan.

Kisah thriller, dipadu dengan folktales setempat, serta ditambah dengan unsur permainan psikologis, membuatku ngga sadar bahwa dibali kejadian-kejadian aneh itu, ternyata manusia juga pelakunya. Bukan jin, bukan hantu, bukan penampakan. Sayangnya, karakter si pelaku utama ini justru menurutku terlalu menonjol ketidakbersalahannya di awal cerita, sehingga bagi pembaca yang jeli pasti akan tahu bahwa orang yang paling terlihat tidak bersalahlah si pelaku sebenarnya.

Sebuah bacaan selingan yang cukup menarik untuk menghabiskan waktu malam hari sebelum tidur atau menunggu jemputan yang terlambat datang. Ngga ada salahnya untuk menjadi follower MHC lagi kan? :)

Bonne Lecture!

Judul: remember me
Penulis: Mary Higgins Clark
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 432 halaman
ISBN: 9796551683

lintasberita

Lanjut Baca
 
Copyright (c) 2010 Buku Bagus by Dunia Belajar