Buku Panduan Lengkap Shalat Tahajjud - Resensi Islam

... Ringkasan Buku ...
http://buku-ok.blogspot.com

Judul : Panduan Lengkap Shalat Tahajjud
Penulis : Muhammad bin Su'ud al 'Arifi
Pengedit Isi : Arman bin Amri, Lc
Penerbit : Pustaka Ibnu Katsir
Cetakan : Kelima - Maret 2007
Halaman : xiv + 258

Shalat tahajjud merupakan shalat yang paling utama setelah shalat wajib. Begitu banyak keutamaan-keutamannya sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an dan juga hadits Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam. Diantaranya

"Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (Al Israa' : 79).

Dalam buku ini Anda akan mendapatkan penjelasan yang meluas tentang shalat tahajjud. Diantaranya keutamaannya, manfaatnya, faktor yang memudahkan shalat tahajjud, dll. Di samping itu disertakan pula pembahasan tentang shalat witir. Yang juga menarik untuk disimak adalah pembahasan tentang gambaran Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, para shahabat dan juga para salafush shalih dalam melewatkan malam mereka dengan tahajjud. Mereka melewatkannya dengan penuh kekhusyu'an. Sampai-sampai Al Hafizh Ibnu 'Asakir meriwayatkan bahwa Imam asy Syafi'I menangis tiada hentinya ketika membaca ayat-ayat dalam surat Al Mursalat karena penghayatan yang begitu dalam.

Semoga dengan membaca buku ini semakin memantapkan hati untuk melewatkan malam kita dengan tahajjud. Karena memang tidak patut untuk dilewatkan begitu saja. Semoga Allah menolong kita.

Berikut saya kutipkan sebagian dari buku tersebut dengan meringkasnya.

[Keutamaan Shalat Malam dan Anjurannya]
---------------------------------------
Di dalam banyak ayat, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menganjurkan kepada Nabi-Nya yang mulia untuk melaksanakan shalat malam. Antara lain adalah:

"Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjudlah kamu..." (QS. Al Israa' : 79).

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Rabb mu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada Nya pada beberapa saat di malam hari dan waktu terbenamnya bintang bintang (di waktu fajar)." (QS. Ath Thuur: 48-49).

Allah pun memuji para hamba-Nya yang shalih yang senantiasa melakukan shalat malam dan bertahajjud, Allah berfirman:

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Adz Dzaariyaat: 17-18).

Ibnu 'Abbas radhiyallahu'anhuma mengatakan, "Tak ada satu pun malam yang terlewatkan oleh mereka melainkan mereka melakukan shalat walaupun hanya beberapa raka'at saja."

Al Hasan al Bashri berkata, "Mereka melakukan shalat malam dengan lamanya dan penuh semangat hingga tiba waktu memohon ampunan pada waktu sahur."

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfiman dalam memuji dan menyanjung mereka:

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabb nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. As Sajdah: 16-17).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, "Yang dimaksud dengan apa yang mereka lakukan adalah shalat malam dan meninggalkan tempat tidur serta berbaring di atas tempat tidur yang empuk."

Al 'Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan jiwa di dalam surga."

[Faktor-Faktor yang Memudahkan Shalat Tahajjud]
-----------------------------------------------
1. Menjauhi perbuatan dosa dan maksiat
2. Tidak meninggalkan tidur siang karena itu adalah sunnah
Al Hasan al Bashri bila datang ke pasar dan mendengar hiruk pikuk orang orang di sana, ia berkata, "Aku mengira malam mereka adalah malam yang buruk (karena tidur nyenyak dan tidak bertahajjud), mengapa mereka tidak tidur tengah hari?"

3. Tidak memperbanyak makan
4. Tidak membebankan fisik di siang hari
5. Mengamalkan sunnah saat tidur

[Beberapa Gambaran Mengenai Qiyaamul Lail]
------------------------------------------
** Keadaan Salafush Shalih di Malam Hari **

9. Imam Malik bin Anas rahimahullah.
Al Mughirah berkata, "Aku pernah keluar pada suatu malam setelah orang orang benar benar telah tertidur, lalu aku melintasi Malik bin Anas, aku melihatnya tengah berdiri melakukan shalat. Tatkala dia selesai dari bacaan al Faatihah, dia mulai membaca surat at Takaatsur:

'Bermegah megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar benar akan melihat Neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah megahkan di dunia itu).'

Lalu dia menangis cukup lama dan kemudian dia pun mengulangi ayat ini dan kembali menangis. Apa yang aku dengar dan aku lihat dari sosok Malik ini telah membuatku melupakan keperluanku yang membuatku keluar untuknya. Tiada henti hentinya aku berdiri, sedangkan dia tetap mengulang ulang ayat tersebut dan menangis hingga terbit fajar. Tatkala dia melihat fajar telah jelas, barulah dia ruku'. Kemudian aku pulang ke rumahku, lalu aku berwudhu' dan kemudian pergi ke masjid, tiba tiba Malik sudah berada di tempatnya (di masjid) dan jama'ah ada di sekelilingnya. Tatkala memasuki waktu Shubuh, aku melihat pada wajahnya tampak cahaya dan keindahan darinya."

[PERSONAL VIEW]
---------------
Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah gambaran shalat malam yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, para shahabat dan juga para salafush shalih. Mereka begitu bersemangat, khusyuk, dalam melakukan shalat tahajjud. Ditambah lagi mereka begitu menghayati dan meresapi ayat demi ayat yang mereka baca. Begitu menghayatinya sampai sampai mereka menangis. Bahkan Imam asy Syafi'i menangis hingga beliau pingsan, sebagaimana diriwayatkan oleh al Hafizh Ibnu 'Asakir. Demikian pula keadaannya pada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz rahimahullah, ketika membaca surat Al Qaari'ah. Dan lain lain.

Diri kita ini masih begitu sangat jauh bila harus beribadah seperti ibadahnya para salafush shalih. Bahkan tanpa pertolongan Allah, shalat malam pun masih terasa berat. Semoga Allah menolong kita agar bisa melewatkan malam dengan shalat tahajjud. Satu ibadah yang bisa mengangkat kita ke tempat yang terpuji, sebagaimana janji Allah dalam Surat Al Israa.

"Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (Al Israa' : 79).

Ringkasan buku ini dibuat oleh Chandraleka
di Depok, 11 November 2007



lintasberita

Lanjut Baca

Buku Suami Ideal - Resensi Islam

Judul : Suami Ideal
Pengarang : Muhammad Rasyid Al Uwaid
Penerjemah : Kathur Suhardi
Penerbit : Darul Falah - Jakarta
Cetakan : Kedua - Februari 2003
Halaman : 137 halaman

Buku ini menjelaskan ciri ciri atau karakteristik seorang suami ideal.
Disebutkan ada 34 ciri ciri seorang suami ideal bersama penjelasannya. Meski
demikian, yang disebutkan di buku ini hanyalah sebagian saja dari ciri ciri
seorang suami ideal. Boleh jadi karakteristik seorang suami ideal dalam
Islam melebihi dari jumlah yang disebutkan oleh penulis.

Ini sebagian ciri yang ada:

1. Tidak ringan tangan dan tidak melecehkan
Seorang suami yang ideal dalam pandangan Islam ialah yang menghormati
istrinya, tidak melecehkannya, bersabar menghadapinya dan tidak memukulnya.
Dalam hal ini dia mengikuti jejak Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam
yang sama sekali tidak pernah memukul seorang istri.


2. Tidak pelit mengucapkan kata kata yang baik
Suami yang ideal adalah yang memanfaatkan rukhshah (keringanan) dalam Islam,
dengan berkata dusta terhadap istri, untuk menyenangkan istrinya, memuaskan
hatinya dan memupuk rasa cintanya. Insya Allah seorang suami tidak akan
menyesali satu ungkapan cinta yang dia sampaikan kepada istrinya pada saat
tertentu, karena dengan begitu justru dia dapat memetik hasil yang baik,
mendorong istri semakin berbakti kepadanya dan memberikan apa pun yang dapat
dia berikan tanpa batas.

3. Mengajak istri taat kepada Allah
Seorang suami yang ideal adalah yang mengajarkan berbagai masalah agama
kepada istrinya dan menyuruhnya taat kepada Allah. Dia harus menampakkan
hasratnya ini dan juga keinginannya untuk memelihara istri dari neraka
Jahannam.

Firman Allah,
"Wahai orang orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian
dari api neraka." (At Tahrim : 6)

Umar bin Al Khaththab bertanya, "Wahai Rasulullah, kami dapat memelihara
diri kami, lalu bagaimana cara kami memelihara keluarga kami?"
Beliau menjawab, "Hendaklah kalian menyuruh mereka, melarang meraka, dan
mendidik mereka."
Ali bin Abu Thalib, Qatadah dan Mujahid berkata, "Peliharalah diri kalian
dengan perbuatan kalian dan peliharalah keluarga kalian dengan nasihat
kalian."

4. Berbuat adil terhadap semua istri
Seorang suami yang mampu menikahi lebih dari seorang istri, dia harus
berbuat adil diantara mereka dalam hal tempat tinggal dan nafkah,
sebagaimana yang diperintah Allah.

5. Menutupi kesalahan istri
Akhlak seorang suami yang ideal adalah yang mampu menutupi kesalahan
kesalahan istrinya, tidak menceritakannya kepada siapa pun, tidak kepada
keluarganya maupun orang lain. Diantara buah yang dapat dipetik dari akhlak
yang agung ini adalah :

- Memperkecil wilayah perselisihan antara suami-istri
- Membuat istri malu sendiri, membuatnya menyesali perbuatannya yang
melampaui batas karena membuka perselisihan dengan suami
- Mendorong istri melakukan hal yang sama, sehingga dia juga menutupi
kesalahan suami dan tidak menceritakannya kepada keluarganya atau kepada
siapa pun
- Menutup pintu bagi usaha Iblis yang hendak memperlebar perselisihan
diantara suami istri
- Mendatangkan dan menumbuhkan kasih sayang diantara suami istri

6. Menampakkan kelebihan istri dan kebaikan kebaikannya
Mengapa banyak suami yang tidak mau memuji istrinya dan tidak mau
memperlihatkan kebaikan kebaikannya? Sebagian diantara mereka ada yang
terlalu sibuk dengan aktivitas kehidupannya, sehingga di dalam benaknya
tidak pernah terlintas pikiran untuk memuji istrinya.
Bagaimana caranya untuk memuji seorang istri? Dengan mengatakan keutamaan
keutamaannya, tentang amal amalnya yang shalih, tentang tabiatnya yang baik,
tetapi jangan membicarakan kecantikan seorang istri dihadapan lelaki lain,
karena dilarang oleh Islam.

7. Mencegah perselisihan dengan istri
Untuk mencegah perselisihan dengan istri dapat ditempuh satu dari beberapa
cara berikut

- Suami mengalah dari medan perselisihan dan pertengkaran
- Memenuhi keinginan istrinya yang menjadi sebab perselisihan selagi tidak
membatilkan yang haq dan tidak membenarkan yang batil
- Bersikap diam dan tidak memancing amarah istri
- Berusaha membuat istri ridha dan puas dengan mencari pangkal perselisihan
atau berusaha mengalihkan perhatian dari perselisihan itu

8. Menghormati kerja istri di rumah
9. Cemburu kepada istri
Kecemburuan tersebut tidak boleh berlebihan yang menyebabkan berubahnya rasa
cemburu menjadi buruk sangka dan kesangsian

10. Membantu istri dan menyertainya
11. Meminta izin kepada istri dalam hal yang menyangkut haknya
Bukankah meminta izin kepada istri ini justru memuliakan wanita, menjaga
perasaan dan haknya?
12. Berhias untuk istri

13. Berlomba dengan istri
Pada suatu hadits dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
pernah berlomba lari dengan Aisyah. Apa yang terkandung dalam hadits
tersebut?

- Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajak Ummul Mukminin Aisyah
untuk lomba lari hingga dua kali. Ini merupakan petunjuk bagi kaum lelaki
agar memiliki inisiatif pertama untuk meniru lomba ini. Sebab adakalanya
istri punya perasaan takut kepada suami sekiranya dia yang mengusulkannya
lebih dahulu.
- Ada baiknya jika suami tidak menunjukkan dirinya sebagai pemenang terus
menerus. Adakalanya dia perlu mengalah kepada istrinya.
- Bukan berarti suami harus mengalah terus kepada istrinya, dengan maksud
untuk menyenangkan hatinya, karena hal ini menghilangkan hakikat lomba lari
itu dan menghilangkan rasa kompetitif.
- Suami harus ingat bahwa lomba ini hanya dalam batasan canda dan memupuk
kasih sayang, bukan dalam arti yang sesungguhnya yang memancing amarahnya,
lalu berubah menjadi perselisihan, yang berarti hal ini bertentangan dengan
tujuannya.

14. Memprioritaskan pemberian kepada istri daripada yang lainnya
15. Sabar menghadapi istri
16. Menunjukkan kasih sayang ketika istri sedang haid atau nifas
17. Tidak perlu ragu meminta pendapa istri
18. Mengucapkan salam kepada istri
19. Mendahulukan ibu daripada istri
20. Berdoa bagi kebaikan istri
21. Menyimpan rahasia istri
22. Menyediakan tempat tinggal bagi istri

Firman Allah (yang artinya)
"Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kalian bertempat tinggal menurut
kemampuan kalian." (Ath Thalaq : 6)

23. Memilih istri yang baik
24. Membantu pekerjaan istri di rumah

[PERSONAL VIEW]
---------------
Itulah sebagian karakteristik seorang suami ideal yang bisa saya kutip meski
hanya sebagiannya dan dengan meringkasnya. Buku ini perlu sekali dibaca bagi
para suami dan juga bagi mereka yang belum menikah sebagai bekal ilmu buat
mereka. Boleh jadi kita sendiri masih jauh dari sifat ideal, tetapi harus
ada upaya untuk mendekati sifat ideal. Dengan upaya tersebut semoga kita
bisa termasuk orang orang yang memperbaiki diri. Semoga ini cukup menjadikan
ukuran kebaikan seseorang.

Ringkasan ini dibuat oleh Chandraleka
Di Depok 18 November 2006

Wassalamua'alaikum

Chandraleka
Independent IT Writer

lintasberita

Lanjut Baca

Buku Trapped Among Lovely Fabrics - ulasan


A friend who is now interested to do the sewing activity asked me to do the fabrics hunting since she lives outside Jakarta. She needs certain fabrics with colorful, cute and adorable pattern. A very engaging request. I always love doing books and fabrics hunting.

Yesterday I started my mission. Browsing from one fabric shop to others all day long. After hard and long thinking *exaggerating*, finally I decided to purchase 6 different fabrics. Wew...I really love the feeling of being trapped among tons of beautiful fabrics. It's just great.Happy sewing, mbak Yana:)

lintasberita

Lanjut Baca

Buku 200 Ikon Bandung, Ieu Bandung Lur! - ulasan

[No. 245]

Judul : 200 ikon Bandung ; Ieu Bandung Lur!

Penulis : Ahda Imran, dkk

Koordinator Penulis : Zaky Yamani

Penerbit : Pikiran Rakyat

Cetakan : i, Sept 2010

Tebal : xvi+269 hlm


Sebutkan dengan cepat apa yang terlintas dalam benak ketika kita mendengar kata “Bandung”, umumnya Bandung diidentikkan sebagai pusat belanja pakaian dan wisata kuliner, hal ini ditunjang dengan menjamurnya factory outlet dan aneka makanan khas Bandung yang tersebar di berbagai tempat. Hampir setiap akhir pekan wisatawan domestik khususnya penduduk Jakarta menyerbu kota Bandung untuk membeli pakaian sambil menikmati wisata kuliner.


Factory Outlet dan aneka kuliner memang telah menjadi ikon kota Bandung, namun sebenarnya bukan itu saja, ada 200 ikon yang menjadi trade mark kota Bandung! Apa saja? Dalam rangka ulang tahun kota Bandung yang ke 200, Pikiran Rakyat selaku surat kabar lokal terbesar di Jawa Barat merasa perlu untuk mengangkat dan mendokumentasikan ikon-ikonnya sehingga Bandung tak hanya dikenal sebagai kota wisata belanja saja.


Niat untuk mendokumentasikan ikon-ikon Bandung ini terealisasi dalam bentuk sebuah buku yang berjudul “ 200 Ikon Bandung, Ieu Bandung Lur!” Semula ke 200 ikon ini akan ditampilkan untuk dalam satu buku, namun karena keterbatasan waktu dan pertimbangan ekonomis dan ketebalan buku maka buku ini dibagi dalam dua jilid. Hingga tulisan ini dibuat baru buku pertamanya saja yang telah diterbitkan yang mennampilkan seratus ikon di berbagai bidang yaitu ekonomi (tempat usaha), politik, seni, agama, kesehatan, lanskap, pendidikan, dan olah raga yang masing-masing terbagi dalam bab-bab tersendiri


Sebagai kisah pembuka buku ini menyajikan sejarah berdirinya kota Bandung. Pada tahun 1810 Gubernur Jenderal Daendels bersama bupati Wiranatakusumah II bertandang ke sebuah lokasi hutan yang akan dilewati jalur pembangunan Grote Postweg (Jalan Raya Pos). Sambil menancapkan tongkatnya Daendels berkata “Usahakan saat aku datang lagi ke sini, sebuah kota sudah dibangun!”.


Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 25 September 1810, Bupati Wiranatakusumah II mendapat SK (Surat Keputusan) pemindahan kota kabupaten ke wilayah dimana Daendels menancapkan tongkatnya. Tanggal surat SK itulah yang kini dijadikan patokan sebagai hari lahirnya kota Bandung. Sedangkan tempat dimana Daendels menancapkan tongkatnya itu kini dijadikan titik KM 0 dimana terdapat tugu atau monumen “Kilometer Nol” yang kini letaknya persis di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat atau tepat di seberang hotel Savoy Homan di jalan Asia Afrika Bandung.


Tugu atau monument “Kilometer Nol” tersebut diresmikan gubernur Jawa Barat pada thun 2004. Selain tugu terdapat juga monumen mesin penggilingan (stoomwals) kuno disertai sebuah batu prasasti beruliskan sejarah yang menaungi keberadaannya. Tugu dan monument mesin stoomwals ini didedikasikan bagi rakyat Priangan yang menjadi korban kerja paksa saat membangun Jalan Raya Pos.


Setelah kisah tentang KM 0 buku ini mengurai satu persatu ikon Bandung secara menarik. Ada yang memang mungkin sudah sangat dikenal seperti Gedung Sate,kampus ITB, Gedung Merdeka, dll, tapi ada juga yang mungkin merupakan hal-hal yang belum diketahui khususnya bagi generasi muda Bandung. Kalaupun ikon tersebut sudah dikenal tapi melalui buku ini pembaca akan menemukan kisah-kisah menarik dan unik dibalik ikon-ikon tersebut.


Misalnya fakta tentang ikon Bandung paling terkenal yaitu Gedung Sate. Siapa yang menyangka kalau ternyata di halaman Gedung Sate hingga kini masih tertanam empat jenazah pejuang Bandung yang gugur untuk mempertahankan Gedung Sate dari Pasukan Gurkha dan Nica pada tahun 1945.

Lalu siapa yang tahu jika di Pabrik Kina yang didirikan sejak 1896 itu memiliki lorong bawah tanah yang melintas di jalan Pajajaran yang hingga kini masih dipakai untuk lalu lintas karyawan pabrik yang hendak menyeberang ke pabrik di seberangnya.


Di buku ini akan terungkap pula bahwa Badak Bercula satu yang kini hanya dapat ditemui di Ujung Kulon konon kabarnya pernah memiliki habitat di Bandung saat masih berupa hutan dan rawa-rawa karenanya kawasan itu dinamakan Rancabadak (Rawa Badak) yang sekarang menjadi Rumah Sakit Umum Dr. Hasan Sadikin, karenanya tak heran jika dulu Rumah Sakit tersebut dikenal dengan RS Rancabadak.


Di bidang kuliner selain mengetengahkan Brownies Amanda, lotek Edja, Es Oyen, Cireng Cipaganti, dan sebagainya tercatat pula sebuah warung kopi Purnama di jalan Alketeri Bandung yang ternyata sudah berusia seratus tahun dan tidak boleh ditutup oleh pelanggannya. Walau telah berusia seratus tahun namun warung kopi Purnama tidak pernah berniat untuk mengubah warungnya menjadi Kafe atau lebih besar lagi, jadi ia tetap warung kopi yang bersaja hingga kini.


Masih banyak ikon-ikon menarik lainnya, seperti tokoh-tokoh seni (Bimbo, Kang Ibing, Harry Roesli, dll), tempat ibadah (Mesjid Cipaganti, Katedral, Gereja Betel), olah raga ( Pemandian Tjihampelas, Stadion siliwangi, BHHH) dan sebagainya. Kesemua ikon dalam buku ini disusun dengan gaya penulisan jurnalistik karena para penulisnya adalah wartawan HU Pikiran Rakyat.


Dalam menampilkan setiap ikon selalu terdapat sisi unik yang disajikan dengan gaya penulisan feature yang ringkas, padat, dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tiap ikonnya umumnya tak lebih dari dua halaman yang dilengkapi dengan sebuah foto hitam putih dan box keterangan berisi data-data tempat seperti tahun berdirinya, alamat, nama pemilik, dsb.

Sebagai buku yang mengungkap ikon-ikon Bandung kehadiran buku ini dapat menjadi pelengkap literatur tentang Bandung yang telah terlebih dahulu hadir seperti buku-buku karya Haryanto Kunto (Wajah Bandung Tempo Doeloe, Semerbak Bunga di Bandung Raya, Balai Agung di Kota Bandung, dll), Bandung Citra Sebuah Kota (Robert PGA Voskuil, dkk ), Jendela Kota Bandung (Her Suganda), dan sebagainya,


Yang agak disayangkan dari buku ini adalah editing yang tidak maksimal karena disana-sini masih ada beberapa kesalahan ketik yang seharusnya bisa dihindari oleh editor yang tentunya telah terbiasa mengedit sebuah harian besar. Kesalahan fatal terdapat di halaman 5 dimana tertulis surat keputusan p[emindahan Ibu kota Kabupaten Bandung tertanggal 25 Mei 1810, seharusnya tanggal 25 September 1810 yang tanggalnya dijadikan acuan untuk memperingati hari jadi kota Bandung.



Kemasan buku yang dikemas secara hard cover dengan penjilidan yang sempurna memang sangat baik untuk buku koleksi, namun hal ini mengakibatkan harga buku menjadi relatif mahal dan mungkin agak sulit dijangkau oleh masyarakat umum. Alangkah bijaknya jika di kemudian hari penerbit bisa menerbitkan edisi paperback sehingga harganya bisa lebih terjangkau dan buku ini dapat dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Bandung yang ingin mengenal kotanya lebih dekat lagi.


Akhir kata, tentunya dengan kehadiran buku ini maka akan menimbulkan interaksi positif antara kota dan warganya. Interaksi yang baik akan lahir jika ada ingatan kolektif di benak warga tempat dia tinggal. Pencatatan, pendokumentasian, dan publikasi ikon-ikon kota seperti yang tersaji dalam buku ini adalah salah satu cara untuk membangun ingatan kolektif tersebut sehingga masyarakat khususnya warga Bandung dapat menyelusuri Bandung tempo doeloe maupun Bandung masa kini sehingga semakin mencintai kotanya.


@htanzil


lintasberita

Lanjut Baca

Buku Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf - Resensi Islam



Judul : Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf
Penulis : Sholahuddin Abu Faiz bin Mudasim
Penerbit : Pustaka al Furqan
Cetakan : I, Shofar 1430 H
Halaman : xvi+144

"... Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah kisah itu agar mereka berpikir." (QS. al A'raaf [7]: 176).

Salah satu metode dalam belajar adalah dengan melalui kisah-kisah. Agar dapat diambil ibroh atau pelajaran dari kisah tersebut. Sehingga orang yang mendengar kisahnya dapat berpikir, merenung untuk mengambil hikmahnya. Salah satu buku yang menempuh metode ini adalah sebuah buku karya Ustadz Sholahuddin Abu Faiz yang memuat banyak kisah kisah. Ada sekitar 16 kisah yang memuat banyak faedah.

Kisah kisah tersebut adalah
1. Amal Baik Menjadi Jalan Keluar
2. Tragedi Ashabul Ukhdud
3. Matahari Tunduk Kepada Seorang Nabi
4. Penduduk Surga yang Terakhir
5. Penduduk Surga Bercocok Tanam, Adakah?
6. Tuduhan Keji Atas Nabi Musa 'Alaihissalam
7. Karomah Tiga Bayi Ajaib
8. Nabi Ibrahim 'Alaihissalam Tiga Kali Berdusta
9. Dajjal Malapetaka Akhir Zaman
10. Mayit Bangkit dari Kuburnya
11. Persaksian Binatang yang Terzalimi
12. Masuk Surga Karena Membuang Duri
13. Di Balik Wasiat Menjelang Kematian
14. Si Pembunuh Masuk Surga
15. Dialog yang Membawa Rahmat
16. Balasan Bagi Seorang Penipu

Dalam ringkasan buku ini saya kutipkan salah satu kisah dari buku tersebut. Yaitu dari kisah terakhir, "Balasan Bagi Seorang Penipu". Mutiara kisah yang ada padanya pun tidak saya sertakan semuanya. Semata mata untuk ringkasnya tulisan ini.

[BALASAN BAGI SEORANG PENIPU]
==================================
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu'anhu dari Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

"Ada seorang laki laki yang pekerjaannya menjual khomr (arak) di dalam kapal, lalu ia mencampur khomr itu dengan air sedang bersamanya ada seekor kera. Tiba tiba kera itu mengambil kantong (uangnya) lalu naik ke tiang kapal, kemudian menumpahkan sebagian dinarnya ke laut dan sebagian dinar yang lain ke dalam kapal, hingga membuatnya menjadi dua bagian."
(HR. Imam Ahmad 2/306, dishohihkan oleh al Albani dalam Silsilah Ahadits ash Shohihah 6/628 no. 2844).

IBROH
--------
Sebuah kisah unik yang pantas menjadi pelajaran bagi kita tentang suatu kebiasaan jelek pada diri seorang pedagang. Demi meraup keuntungan yang banyak, ia hendak menipu manusia. Ia mencampur khomr dagangannya dengan air agar menjadi banyak dan akan menghasilkan uang yang banyak pula. Akan tetapi, seekor kera cerdik telah mengadilinya. Bergegas si kera mengambil kantong uang hasil dagangannya dan menumpahkan sebagiannya ke laut dan sebagian lagi ke dalam kapal. Barangkali itulah balasan yang pantas diterimanya tatkala di dunia ini. Dan di akhirat kelak dia akan mendapatkan balasan yang jelek karena penipuannya tersebut.
Praktik praktik yang demikian pun kerap kita jumpai di zaman kita sekarang ini, seorang pedagang mencampur barang dagangan yang baik dengan yang jelek, barang barang yang memiliki harga mahal dicampur dengan barang yang harganya murah, mereka mencampur susu dengan air, mencampur madu dengan larutan gula, mencampur bensin dengan minyak tanah atau mencampur minyak tanah itu sendiri dengan air agar menjadi banyak. Mereka adalah orang orang yang memakan harta manusia dengan cara yang batil, padahal harta yang mereka ambil itu adalah kemurkaan Allah yang mereka akan dibalas karenanya. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya tidaklah masuk surga daging yang tumbuh dari kemurkaan Allah dan neraka lebih pantas untuknya." (HR. Ahmad: 28/468).

Adz Dzahabi rahimahullah berkata: "Termasuk di dalamnya juga, harta yang diambil dari pemungut cukai, para perampok, pencuri, koruptor, dan pezina semuanya termasuk dosa dosa besar. Dan (begitu) pula seorang yang meminjam barang pinjaman kemudian mengingkarinya, seorang yang mengurangi timbangan atau takaran, seorang yang menemukan barang temuan tetapi tidak berusaha mengumumkannya tetapi ia memakannya, dan seorang yang menjual barang dagangan yang ada cacatnya kemudian ia menutup nutupinya. Demikian juga berjudi dan yang semisalnya. (Semuanya) adalah termasuk dosa dosa besar berdasarkan hadits di atas, sekalipun masih ada sebagiannya yang diperselisihkan."

Bila ada yang mengatakan mengapa laki laki tersebut dicela sebab mencampur khomr dengan air dan tidak dicela sebab berjualan khomr padahal khomr adalah sesuatu yang diharamkan oleh Allah? Maka jawabnya adalah bahwa khomr pada waktu itu bukanlah sesuatu yang haram dalam syari'at laki laki tersebut. Demikian pula pada awal awal Islam, khomr adalah minuman yang halal di kota Madinah. Kemudian setelah beberapa waktu peminumnya dicela tetapi belum sampai diharamkan, sebagaimana firman Allah:

"Mereka bertanya kepadamu tentang khomr dan judi. Katakanlah: 'Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya'" (QS. al Baqarah: 219).

Kemudian setelah beberapa waktu, meminum khomr diharamkan pada waktu seorang hendak melaksanakan shalat saja sekali pun masih diperbolehkan untuk memperjualbelikannya, sebagaimana firman Allah:

"Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan..." (QS. an Nisaa': 43).

Baru kemudian diharamkanlah khomr setelah itu secara tegas oleh Allah sebagaimana dalam firman Nya:

"Hai orang orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomr, judi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasih dengan panah adalah termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. al Ma'idah: 90).

Diceritakan bahwa setelah turunnya ayat tersebut jalan jalan kota Madinah dibanjiri khomr.

MUTIARA KISAH:
=================
Kisah di atas merupakan peringatan keras dari praktik praktik penipuan yang umum terjadi dikalangan manusia, karena harta yang didapat dari praktik penjualan semacam itu dapat lenyap di dunia sebelum hilang pula nanti di akhirat. Sungguh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam melarang keras praktik praktik penipuan, seperti dalam sabda beliau:

"Barang siapa yang menipu kami, maka dia bukanlah termasuk golongan kami." (HR. Muslim 1/69).


[PERSONAL VIEW]
=================
Banyak sekali praktek praktek kecurangan dan penipuan yang ada di masyarakat kita. Ada seorang pedagang yang berbuat curang dengan memainkan timbangannya, ada yang menutupi cacat barang dagangannya, dll. Saya mengira para pembaca pun pernah menjumpai atau bahkan pernah menjadi korban dari praktek praktek kecurangan seperti ini.

Hendaklah setiap orang mencari harta dengan cara cara yang halal agar memperoleh keberkahan. Harta yang sedikit tapi berkah insya Allah lebih baik daripada harta yang banyak tetapi diperoleh dari kecurangan, penipuan dan manipulasi. Buat para ibu, hendaknya ingatkan para suaminya agar mencari nafkah dengan cara yang halal. Ingatkan suaminya ketika melepasnya pergi mencari nafkah,

"Kami bisa bertahan dari lapar dan haus, tetapi kami tidak bisa tahan dari panasnya api neraka."


Semoga bermanfaat.

Ringkasan buku ini dibuat oleh Abu Isa Hasan Cilandak
Malam bulan November tanggal 15, 2009 Jam 21.03 WIB
Semoga Allah menjaga kedua orang tuanya


lintasberita

Lanjut Baca

Buku After Orchard - ulasan


When you heard the word 'Singapore', what do you associate it with? The answer will not far from Orchard Road, Merlion, shopping, clean, green, safe, and the list will go on and on with all positive things. That's Singapore in the eyes of tourists.

Never thought that Singapore could have a very different impression when it's told by Margareta Astaman. She was a student at Nanyang Technological University (NTU) for 4 years. Living in Singapore for 4 years and staying there for only 3 days and 2 nights (like most Indonesian used to do) can cause a big different stories. No more beautiful Singapore. Life seems so hard.

From Margareta's stories, we could learn about the education system in Singapore, the every days life there, the interaction among the people, the Singaporean values of life, and many more and at last we will realize why many young people there commit suicide, why they're afraid to dream, and how hard their lives are.

Of course, talking about Singapore is not only talking about negative things. Sure there are many great things for us to learn. Their discipline, their hard works, their honesty and the like. But, in the end I conclude that life is not only about having high grade or great career. What is the career for if you don't enjoy it? Working hard all day long, going home and feeling totally tired and lonely. This was exactly that happened to the author, after she graduated from NTU with flying colors and got a great job in Singapore just like what her dream, finally she just missed something, "...di hari ketiga bekerja, gue mulai bertanya-tanya apakah jadi ibu rumah tangga akan jadi cita-cita yang lebih masuk akal dan menyenangkan."

I quote the author's conclusion about her life in Singapore, "Gue hidup selama 4 tahun di Singapur, gue ga pernah bisa punya temen deket. Semuanya terlalu sibuk dengan kerjanya masing-masing, bahkan untuk senyum. Semua punya rencana sendiri dimana gue ga pernah jadi bagian dari rencana mereka. Gue selalu sendiri. Dan gue ga inget, kapan selama 4 tahun itu gue ngerasa seneng...."

I enjoy Margareta's stories. It makes me laughing and thinking at the same time. Imagine, her campus is surrounded by beautiful garden and completed by swimming pool but none of the college students ever sit or swim there, they're just too busy to enjoy the garden or the swimming pool. For me, it's just ironic.

In the end, we are back to the definition of life itself. Life is about choices. You're the one who decide where you want to take your life to. Either to be a career woman or just a full-time-mom. It's all about choices.

lintasberita

Lanjut Baca
 
Copyright (c) 2010 Buku Bagus by Dunia Belajar