Buku Sejarah,Sosiologi & TIK - resensi

Sejarah
Pengarang: MATROJI
Jl. 1 03-33-185-0 Rp.30,000
Jl. 2 03-33-186-0 Rp.28,000
Pengarang Machi Suhadi dkk
81-33-046-0 Jl.1 Rp. 39.000
81-33-047-0 Jl. 2 Rp. 39.000
81-35-006-0 Jl. 3 Rp. 35.000
SosiologiPengarang: TIM MITRA GURU
Jl. 1 81-33-061-0 Rp.27,000
Jl. 2 81-33-062-0 Rp. 27.000
Jl. 3 81-33-063-0 Rp. 27.000
TIKPengarang:HENRY PANDI
Jl. 1 03-38-004-0 Rp.26,000
Jl. 2 03-38-005-0 Rp.26,000
Lanjut Baca
Buku IPA Kimia,Master Kimia,siap Olimpiade Matematika, PAI,Penjaskes - resensi
03-34-034-0IPA KIMIA Jl. 1 Rp.21,000
Pengarang: MICHAEL PURBA
03-34-035-0 Jl. 2 Rp.21,000
Pengarang Lutfi
81-34-004-0 Jl. 1 Rp. 28.000
81-4-005-0 Jl. 2 Rp. 23.000
Master Kimia SMP03-32-182-0
Rp.15,000
Pengarang: SRI WAHYUNI

03-24-029-0
Rp.17,000
Pengarang:KURNIAWAN
Pendidikan Agama IslamPengarang: TIM ABDI GURU
Jl. 1 03-30-019-0, Rp.28,000
Jl. 2 03-30-020-0 Rp.28,000
PenjaskesPengarang: ROJI
Jl. 1 03-33-194-0 Rp.30,000
Jl. 2 03-33-195-0 Rp. 30.000
Lanjut Baca
Buku IPS,IPA Terpadu, PPKn, Matematika - resensi
IPS Terpadu Jilid 1A03-33-200-0
Rp.28,000
Pengarang: TIM ABDI GURU
Tahun: 2007
ISBN: 9789790151437
Jilid 2A
81-33-051-0
Rp.25,000
Pengarang: SRI PUJIASTUTI
Tahun: 2007
IPA Terpadu jl. 2A81-34-030-0Rp.45,000
Pengarang: MIKRAJUDDIN
Tahun: 2007
ISBN: 9797344622
Jl. 1A 81-34-028-0
Rp. 39.500
Jl. 1B 81-34-029-0
Rp. 35.500
Jl. 2B 81-34-021-0 Rp. 36.500
Jl.3A 81-34-032-0 Rp. 45.000
Jl. 3B 81-34-033-0 Rp. 38.000
PPKnSri Tutik C.
81-33-0550-0 Jl. 1 Rp. 22.800
81-33-056-0 Jl. 2 Rp. 27.000
81-33-057-0 Jl. 3 Rp. 22.800
81-34-022-0Rp.52,000
Pengarang: TATAG E.
Tahun: 2007
ISBN: 979734665-X
81-34-020-0 Jl. 2 Rp. 42.800
81-34-024-0 Jl. 3 Rp. 39.000
Lanjut Baca
Buku The Miraculous Jorney of Edward Tulane - ulasan
The Miraculous Jorney of Edward Tulane (Perjalanan Ajaib Edward Tulane)Kate DiCamillo @ 2006
Bagram Ibatoulline (Ilustrasi)
Dini Pandia (Terj.)
GPU - November 2006
208 Hal.
Edward Tulane, ada sebuah boneka kelinci yang terbuat dari porselen. Dibuat berdasarkan pesanan khusus seorang nenek sebagai hadiah untuk cucu perempuannya bernama Abilene Tulane. Telinganya terbuat dari bulu kelinci yang halus, mempunyai kumis yang Edward tahu bukan dari kumis kelinci, salah satu hal yang tidak mau ia bayangkan sama sekali.
Edward Tulane sangat disayangi oleh Abilene. Ia diberi pakaian yang sangat bagus dan mewah. Busana-busananya terbuat dari sutra dan satin yang halus, dilengkapi dengan topi dan sepatu yang bergaya. Bukan itu saja, ia juga mempunyai jam saku emas yang selalu diputar Abilene untuk menandakan kepulangannya dari sekolah. Demikian istimewa perlakuan Abilene terhadap Edward, sampai-sampai ia jadi ‘sombong’. Edward benci kalau disebut ‘benda’, ‘boneka’, atau ‘barang’. Menurutnya, ia lebih daripada itu.
Semua tampak nyaman, damai tapi membosankan. Sampai ‘bencana’ yang akan mengubah ‘perjalanan hidup’ Edward pun datang. Bermula dari perjalanan dengan kapal laut, ia ‘diajak’ oleh Abilene sendiri. Tapi, di kapal ada dua anak yang mengejek dirinya, sehingga terjadi pertengkaran antara Abilene dan kedua anak laki-laki itu. Akhirnya, Edward terlempar dari kapal, terjun bebas ke lautan yang luas, dan akhirnya tenggelam dalam gelapnya dasar laut selama berbulan-bulan.
Petualangan baru pun dimulai. Pertama ia diambil oleh seorang nelayan dan diberikan kepada perempuan tua baik hati bernama Nellie, tapi karena seorang anak perempuan yang cemburu, Edward ‘dijebloskan’ ke tempat pembuangan sampah. Kemudian ia ditemukan oleh seekor anjing, yang membawanya menjadi ‘gelandangan’ bersama Bully. Itu pun tak bertahan lama, ia harus kehilangan lagi kebaikan seseorang, dan malah diambil oleh perempuan yang menjadikannya sebagai alat untuk menakut-nakuti burung. Untuk seorang anak laki-laki bernama Bryce menyelamatkannya dan ia memperoleh limpahan kasih sayang baru dari seorang anak perempuan yang sakit-sakitan, adik Bryce bernama Sarah.
Nama Edward pun berganti-ganti setiap ia pindah tangan. Mulai jadi ‘kelinci perempuan’ bernama Susanna, lalu ‘kelinci buronan’ bernama Malone dan akhirnya di tangan Sarah, ia bernama Jangles.
Setiap ‘perpindahan tangan’ menyisakan rasa perih di hati Edward. Karena tanpa ia sadari, ia menyayangi para pemiliknya itu. Sesuatu yang tidak pernah ia ‘berikan’ kepada Abilene. Dan ia sangat sedih ketika harus kehilangan kasih sayang dari mereka yang merawatnya dengan penuh sayang.
Gue beli buku ini gak sengaja. Gara-gara lagi diobral aja. Ceritanya simple aja. Gue tuntaskan dalam waktu sehari. Semalem gue ajak Mika liat-liat buku ini, dan dia seneng ngeliat gambar-gambarnya si Edward. Mika bilang, “Wow… kelincinya jatuh ke laut.” Atau, “Wow, dia duduk di meja makan.” Tadinya mau gue bacain, tapi Mika lebih tertarik liat gambar-gambarnya.
Gue bayangin Edward kaya’ kelinci ‘aristokrat’ lengkap dengan jas, kemeja, celana panjang, sepatu… ditambahlah jam tangan saku emasnya itu.
Lanjut Baca
Langganan:
Postingan (Atom)


