Muhammad, The Messenger

“Nyaris di buku pelajaran sejarah tak ada peristiwa, misalnya, bagaimana spirit Inggit Garnasih ketika membela habis-habisan Sukarno yang berusia muda, menyelundupkan buku-buku dalam penjara, dan kemudian dicampakkan. Atau kisah bagaimana Hatta terjebak dengan seorang perempuan cantik dalam sebuah jeep. Lalu jeepnya mogok di jalanan yang lengang. Sambil menunggu jeep dicarikan bensin oleh sang sopir, perempuan cantik dan Hatta duduk berjauhan. Hal-hal yang manusiawi seperti itu nyaris hilang dalam dimensi sejarah yang kita ketahui. Makanya sejarah itu bikin ngantuk. Isinya tanggal melulu. Periodesisasi melulu.”

Kaku. Itulah yang sering terkesan dalam sebuah buku sejarah. Seperti yang tertulis pada kutipan di atas yang diambil dari artikel berjudul Tiga Kesalahan Periset dalam Pengumpulan Sumber Sejarah. Kenyataan inilah yang kerap membuat orang malas untuk berkenalan dengan sejarah. Tidak adanya unsur dramatik atau manusiawi dalam sejarah, dan hanya berisikan bahasa formal dan data-data angka, menjadikan buku sejarah menjadi berat dan menjemukan.

Bukan kah sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai novel dan film, dimana unsur dramatik begitu sering mendominasi isi cerita? So, menurut saya tidak ada salahnya menyelipkan unsur tersebut dalam sebuah buku, dengan tetap memegang fakta sejarah yang terjadi di lapangan.

Seperti yang kita tahu bahwa sejarah tokoh besar bernama Muhammad, Sang Rasulullah sudah ditulis diberbagai buku. Bahkan tidak hanya berbentuk literatur, tetapi juga novel. Seperti baru-baru ini dimana Bentang Pustaka telah mengeluarkan novel sejarah dengan latar perjalanan hidup Muhammad yang ditulis oleh Tasaro.

Banyak sekali komentar positif atas munculnya buku berjudul Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan ini. Salah satunya, acungan jempol atas penggarapan sejarah kehidupan Rasulullah sehingga lebih mudah dicerna dibandingkan ketika harus membaca buku literatur tebal dengan tokoh yang sama. Sayangnya, dalam novel karya Tasaro ini, isinya tidak 100% berisikan tentang sejarah Rasulullah, tetapi diselingi dengan tokoh bernama Kashva. Bahkan menurut saya, porsi cerita Kashva lebih banyak dibandingkan Muhammad.

Muhammad The Messenger adalah sebuah buku literatur sejarah yang diceritakan dengan bahasa novel oleh Abdurrahman Asy Syarqawi. Berbeda dengan Lelaki Penggenggam Hujan, sejarah perjalanan sosok Muhammad dalam buku ini menjadi fokus utama dalam buku setebal 597 halaman ini, sejak beliau lahir hingga akhirnya wafat. Menariknya dari buku ini adalah gaya tutur dan penggambaran si penulis terhadap kepribadian Rasulullah. Di sini pembaca akan dihadapkan dengan sosok Rasulullah yang manusiawi, bukan lagi pria yang terlihat amat sangat sempurna seperti yang biasa dibaca dan didengarkan.

Penulis benar-benar menggenggam wanti-wanti terakhir ketika wafatnya Rasulullah bahwa beliau hanyalah manusia biasa yang diberi kelebihan berupa perantara Sang Maha Agung, beliau hanyalah manusia biasa yang tidak layak untuk dituhankan. Berbekal hal tersebut, penulis mencoba menuturkan sikap dan sifat Rasulullah dengan senatural mungkin. Hal ini membuat pembaca lebih bisa melebur dengan sirah nabawiyah yang biasanya terkesan kaku.

Hanya saja, gaya bahasa Tasaro masih lebih indah dan dalam dibandingkan Abdurrahman Asy Syarqawi dalam memperkenalkan sosok Rasulullah. Selain itu, dalam buku ini juga tidak dijumpai daftar pustaka yang sekiranya menjadi landasan dari penulis dalam berkisah. Semoga dengan munculnya buku ini dapat menjadi penggerak para sejarahwan untuk menyampaikan sejarah dengan nuansa yang lebih nyaman. Dan akhirnya, Indonesia pun menjadi negeri yang mencintai sejarahnya.

Judul : Muhammad, The Messenger
Penulis : Abdurrahman Asy Syarqawi
Penerbit : Arkanleema
Terbit : Februari, 2010
Tebal : 596 halaman
Harga : Rp. 89.000


lintasberita

Lanjut Baca

Buku Catatan Harian Orang Gila – Kumpulan Cerpen - ulasan


Judul : Catatan Harian Orang Gila – Kumpulan CerpenPengarang : Lu Xun (diterjemahkan oleh Pipit Maizier)Penerbit : JalasutraTahun : 2007, DesemberTebal : 448 hal + xxivSaya suka membaca kumpulan cerpen dari negara-negara lain, karena memberikan gambaran kehidupan sehari-hari bangsa tersebut. Khususnya cerpen yang menggambarkan kehidupan di negeri Cina, biasanya cukup menarik.Delapan belas cerpen

Catatan Harian Orang Gila ini merupakan rekaman karya Lu Xun paling lengkap yang pernah ada dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kedelapan belas cerpen yang tertera di buku ini ditulis dalam rentang 1918 sampai 1926. Isinya tidak jauh dari kritik dan kecaman atas masyarakat Tiongkok yang terlalu lembek dan mengidap pelbagai penyakit. Juga, sindiran kepada intelektual-intelektual yang menyandang status sebagai ?kaum revolusioner? yang ternyata hanyalah manusia-manusia serakah.
lintasberita

Lanjut Baca

Buku Catatan Kegelisahan Seorang Pendaki - ulasan




Judul: Norman Edwin, Catatan Sahabat Sang Alam
Penulis: Norman Edwin
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun: Mei, 2010
Tebal: xvi + 423 Halaman
Harga: Rp. 65.000

Buku ini tidak lain merupakan laporan Norman Edwin ketika berusaha menapakkan kaki berbagai puncak tertinggi di dunia, lembah-lembah penuh misteri, hingga wilayah-wilayah yang masih menyisakan persoalan.

Namun Norman tidak hanya menuliskan kenangan indah saat ia berada di tempat-tempat tersebut, tetapi ia juga melukiskan ketegangan, saat-saat maut mengintai, hingga masalah-masalah kronis yang “menghinggapi” berbagai tempat yang disambanginya.

Di tahun 1980-an, Norman Edwin bukan lagi "anak bawang" dalam jagat pendaki gunung. Pengalamannya mendakai berbagai tempat yang jarang dikunjungi manusia telah menempatkannya menjadi salah satu pendaki andalan dari Indonesia.

Kehebatannya menuliskan pengalaman selama melakukan pendakian maupun mengikuti ekspedisi, telah membuat lelaki yang dijuluki Beruang Gunung tersebut, dipercaya untuk membuat berbagai laporan di sejumlah media cetak di Indonesia.

Jika tulisan-tulisan dalam buku ini diamati, ternyata Norman tidak hanya bercerita sesuatu yang bersifat personal. Ia tidak berpretensi untuk menunjukkan superioritasnya sebagai sosok yang sanggup menjawab keganasan alam. Namun ia juga berusaha untuk memperlihatkan berbagai kecemasan dan keprihatinannya melihat alam yang semakin rusak oleh tangan manusia.

Pada bagian awal buku ini misalnya, Norman sudah memperlihatkan bahwa padang salju yang menyelimuti Puncak Jayawjaya semakin mengalami penyusutan. Penyusutan jumlah dan luas selimut es ternyata tidak hanya terjadi pada Puncak Jayawijaya, tetapi juga sejumlah puncak gunung es yang berada di belahan dunia lain.

Berbagai teori dan spekulasi dilontarkan untuk menjawab fenomena tersebut. Namun tidak satu pun yang dapat memberikan penjelasan yang memuaskan. Tetapi, kini, sekitar 30 tahun kemudian, ada jawaban yang mungkin membuat semua pihak puas, yakni pada saat itu proses pemanasan global sudah dimulai. Proses itu pulalah yang membuat gunung es di kutub utara mulai lumer.

Keprihatinan Norman atas rusaknya alam, tercermin juga dalam tulisanya mengenai Situ Aksan (situ berarti danau dalam bahasa Sunda), sebuah danau sisa peninggalan Bandung purba. Hasil penelusuran Norman memperlihatkan bahawa Situ Kasan yan pada tahun 1940-an masih seluas lima hektar persegi, namun 40 tahun kemudian menyusut hingga seluas satu hektar saja.

Lagi-lagi, kerusakan ini terjadi akibat ulah manusia yang membebani danau tersebut, mulai dari pembangunan pemukiman di sekitar danau hingga pencemaran yang berasal dari bangunan yang berada di sekitar danau tersebut. Lalu, seperti kisah sedih tentang alam lainnya, Situ Aksan pun akan tinggal cerita saja.

Tidak hanya soal kondisi alam, dalam buku ini juga dimuat tulisan Norman mengenai sejumlah situs candi yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Dimuatnya tulisan ini tentu saja menunjukkan bahwa persoalan seperti ini memang masih terjadi dan jelas-jelas menuntut penyelesaian. Sayangnya, upaya penyelesaian tersebut belum maksimal.
Catatan lain dari buku ini adalah, tidak terdapatnya keterangan pada foto yang dimuat. Padahal, sebuah foto justru tidak berbicara apa-apa ketika disuguhkan tanpa caption maupun teks. Alhasil, foto-foto dalam buku ini tidak begitu terasa faedahnya sebagai pelengkap isi tulisan. Sayang sekali.

Namun begitu, diterbitkannya buku ini patut mendapat apresiasi. Tentu bukan sekadar untuk menunjukkan heroisme ataupun keberhasilan manusia “menaklukkan” alam, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi banyak orang muda untuk lebih peduli pada kondisi alam yang kian memprihatinkan.

Norman Edwin memang telah tiada. Ia kehilangan nyawanya ketika melakukan ekspedisi menuju puncak Aconcagua, di Argentina pada tahun 1992. Namun berkat tulisan-tulisannya yang dikumpulkan dalam buku ini, pembaca masih dapat ikut merasakan kedahsyatan alam, sekaligus mendengarkan senandung sedih alam yang digerogoti oleh keserakahan manusia.***

lintasberita

Lanjut Baca

Habibie dan Ainun

Jika sampai waktunya
Tugas kami di Alam Dunia dan di Alam Baru selesai
Tempatkanlah kami Manunggal di sisiMu
Karena Cinta Murni, Suci, Sejati, Sempurna dan Abadi
Dalam “Raga” yang Abadi, sibangun Ainun Manunggal dengan saya sesuai kehendakMU di Alam Baru sepanjang masa
Jiwa, Roh, Batin, “Raga” dan Nurani kami, Abadi sampai Akhirat

[hal. 323]

Manunggal Jiwo adalah kata yang selalu diungkapkan untuk menggambarkan kerekatan lahir dan batin antara Bacharuddin Jusuf Habibie dengan sang istri, Hj. Hasri Ainun Habibie. Sepanjang membaca buku Habibie dan Ainun ini memang terasa sekali kedalaman cinta dari Pak Habibie kepada istrinya. Banyak ungkapan yang selalu didengungkan beliau tentang betapa bahagia dan beruntungnya mendapatkan istri yang selalu diliputi kesabaran dan tanggung jawab.

Tanggal 22 Mei 2010 adalah hari yang sangat menyesakkan bagi Pak Habibie. Dimana saat itu beliau harus merelakan sang istri untuk pergi ke dimensi lain atau alam baru. Kehilangan inilah yang membuat Pak Habibie harus melewati perawatan psikologi salah satunya dengan terapi menulis yang kemudian menghasilkan buku Habibie dan Ainun. Sebuah kehilangan yang sangat dalam ya?

Berlimpah ruahnya ungkapan kecintaan dan kasih sayang Pak Habibie mengalir bersama kisah perjalanan hidup beliau semenjak bertemu tanpa sengaja dengan Bu Ainun di rumah Keluarga Besari, hingga kemudian mereka menikah. Sebagai lulusan insinyur dan bekerja sebagai asisten peneliti di Institut Konstruksi Ringan, di Jerman, maka setelah menikah mereka pun harus hijrah ke Jerman. Banyak lika-liku yang harus dijalani pasangan baru tersebut, terutama berkenaan dengan biaya hidup dan tempat tinggal yang harus dipenuhi. Dari sini sudah mulai diceritakan tentang ketegaran Bu Ainun yang kemudian akan semakin banyak dijabarkan Pak Habibie di sepanjang kisahnya.

Dengan background seorang teknisi, buku ini tidak lepas dari cerita tentang dunia kerja Pak Habibie yang berhubungan dengan konstruksi ringan, seperti saat beliau harus menangani pembuatan kereta api dan pesawat terbang. Selain itu, buku ini juga memuat tentang cita-cita, dedikasi, hingga saat beliau harus terjun di dunia perpolitikan. Cita-cita beliau yang terfokus pada penciptaan SDM yang berkualitas dijabarkan cukup detail dalam buku ini, mulai dari cerita berdirinya ICMI sampai The Habibie Center. Pada bagian-bagian tersebut cenderung agak membosankan, terutama tentang masalah perpolitikan dan kenegaraan.

Banyak ujian, banyak permasalahan dalam alur kehidupannya, apalagi ketika Pak Habibie dan Bu Ainun ingin mengambil pensiun ternyata kondisi tidak memungkinkan, karena Pak Habibie harus menerima tanggung jawab sebagai Wakil Presiden. Semua dapat dilalui dengan peran besar dari Bu Ainun yang selalu setia mendampingi dan memberikan masukan kepada sang suami.

Kisah mulai mengharukan ketika Bu Ainun kedapatan terkena penyakit jantung, yang mengharuskannya menjalani operasi klep jantung. Jika dahulu Bu Ainun yang harus senantiasa “menjaga” Pak Habibie karena intensitas pekerjaannya yang tinggi, maka sekarang Pak Habibie terus berupaya menemani sang istri menjalani berbagai proses penyembuhan yang membutuhkan waktu hampir 10 tahun. Terasa sekali bahwa fase kehidupan inilah dan setelahnya yang banyak memeras psikologi Pak Habibie.

Beruntunglah Pak Habibie memiliki agama dan Tuhan [diungkapkannya dalam buku ini] yang selalu tertanam dalam jiwanya, sehingga tidak membuatnya kehilangan kendali diri saat sang istri pergi selamanya.

Judul : Habibie dan Ainun
Penulis : Bacharuddin Jusuf Habibie
Penerbit : PT. THC Mandiri
Terbit : 2010
Tebal : xii + 323 halaman
Harga : Rp. 80.000


lintasberita

Lanjut Baca

Tips Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak

Keluarga menjadi komunitas yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Minat dan kemampuan anak dibentuk dari keluarga di mana dia dibesarkan. Salah satu minat dan kemampuan yang bisa ditumbuhkan dalam diri anak lewat keluarga ialah membaca. Berikut ini resep bagi orang tua dalam guna menumbuhkan minat baca anak.

  1. Bacakan buku sejak anak lahir
  2. Sebaiknya, anak dikenalkan dengan buku sedini mungkin, sejak anak masih bayi, bahkan ketika masih di dalam kandungan. Berdasarkan hasil penelitian, bayi yang terbiasa diajak berkomunikasi dan dibacakan cerita (bahkan sejak di dalam kandungan) akan mempunyai kemampuan bahasa yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang hanya didiamkan saja. Jadi, untuk mengenalkan buku pada anak, jangan tunggu sampai anak bisa membaca sendiri.

  3. Dorong anak bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya
  4. Anak sangat suka ketika diajak untuk mendiskusikan apa yang baru saja mereka baca atau kita ceritakan. Untuk mendorong anak Anda menceritakan kembali apa yang sudah dibacanya, Anda bisa mengajukan sejumlah pertanyaan dari apa yang telah dibaca. Selain itu, gunakan cara-cara kreatif, misalnya kalau kita sudah membacakan suatu buku, minta anak untuk gantian bercerita. Kalau dia tidak mau, gunakan ide lain, misalnya dengan merekam suaranya ketika bercerita. Hal tersebut akan membuat anak bersemangat.

  5. Ajak anak ke toko buku/perpustakaan
  6. Jadikan toko buku sebagai tempat singgah yang menyenangkan bagi anak dengan membiasakan mereka untuk mengunjunginya. Berikan kepercayaan pada mereka untuk memilih sendiri buku yang mereka minati, namun tetap dalam batasan-batasan seleksi orang tua. Tanamkan juga sikap selektif dalam memilih buku kepada anak. Selain toko buku, dorong pula anak Anda untuk rajin mengunjungi perpustakaan-perpustakaan yang bisa mereka akses, baik perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum.

  7. Beli buku yang menarik minat anak
  8. Dalih ingin memberikan buku yang bermutu bagi anak jangan dipakai sebagai paksaan anak untuk membaca buku yang tidak mereka sukai. Orang tua harus peka dengan minat anak dan memfasilitasinya dengan buku yang sesuai minat mereka supaya minat baca mereka berkembang, asalkan buku tersebut masih masuk dalam kategori buku bermutu menurut orang tua. Agar wawasan anak berkembang, tidak terpaku pada minat bacanya terhadap buku-buku tertentu, belilah dua buku, satu buku pilihan anak dan satunya tambahan pilihan Anda bagi anak.

  9. Sisihkan uang untuk membeli buku
  10. Sediakan anggaran khusus untuk membeli buku. Jadikan buku sebagai kebutuhan yang penting bagi anak daripada membelikan anak macam-macam mainan yang manfaatnya masih dapat dipertanyakan. Apalagi buku merupakan harta yang tidak ternilai jika anak mau membacanya. Apa yang terkandung dalam sebuah buku akan menjadi investasi di kepala anak.

  11. Nonton filmnya dan beli bukunya
  12. Menurut Prof. Yohanes Surya, seorang fisikawan Indonesia, anak-anak akan sangat antusias jika mereka bisa membaca buku-buku dari tokoh film yang sudah mereka kenal atau tonton filmnya. Jadi, Anda bisa mengajak anak Anda menonton filmnya dulu, baru kemudian memberikan bukunya kepada anak untuk dibaca atau sebaliknya.

  13. Ciptakan perpustakaan keluarga
  14. Jika memungkinkan, buatlah perpustakaan keluarga di rumah. Tidak harus mewah dan lengkap, mulailah dari yang sederhana dulu. Kumpulkan buku anak dalam satu lemari khusus yang mudah mereka akses -- tidak terlalu tinggi, tersembunyi, apalagi terkunci. Selain perpustakaan keluarga, taruhlah buku-buku di tempat yang biasa digunakan anak misalnya di ruang tidur, ruang tamu, ruang main, teras, mobil, bahkan di toilet kering kalau Anda memilikinya.

  15. Tukar buku dengan teman
  16. Semakin banyak koleksi buku yang dimiliki anak semakin baik. Namun, jika hal tersebut terhambat oleh terbatasnya dana yang ada, Anda bisa menyiasatinya dengan saling menukar buku dengan temannya. Atau jika Anda, sebagai orang tua, mempunyai teman yang juga mempunyai anak seusia dengan anak Anda sampaikan ide untuk saling meminjamkan koleksi buku dengan catatan masing-masing pihak menjaga kebersihan dan keutuhan buku. Hal ini bisa menghemat sekaligus memperluas wawasan anak dengan banyak buku yang sudah dibacanya.

  17. Hilangkan penghambat seperti TV atau Playstation
  18. Menonton televisi atau main playstasion yang pada umumnya disukai anak bukanlah hobi yang harus dilarang, tapi sebaiknya dibatasi. Supaya waktu anak bisa dialokasikan untuk membaca buku. Orang tua dianjurkan untuk mengendalikan pemakaian televisi oleh anak-anak mengingat tayangan-tayangan yang sering kali tidak sesuai untuk kosumsi anak.

  19. Beri hadiah (reward) yang memperbesar semangat membaca
  20. Anak akan sangat bersemangat jika diberi penghargaan/hadiah. Pakailah cara itu untuk merangsang minat baca anak. Penghargaan bisa bersifat materi dan nonmateri. Jika anak bisa menyelesaikan pembacaan sebuah buku dan bisa menceritakan ulang dengan benar, berikan kata-kata yang positif yang akan membangun rasa percaya diri anak dalam membaca sehingga anak akan menyukai kegiatan membaca. Jika anak membuat kesalahan dalam membaca, jangan langsung dikritik. Tapi arahkan dengan sabar. Anda juga bisa memberi penghargaan dengan memberikan hadiah-hadiah kecil yang membuat anak antusias. Sistem hadiah ini bisa Anda ciptakan sesuai kreativitas dan kemampuan Anda. Yang terpenting, ketika anak membaca jangan hanya untuk mengejar reward tapi karena mereka benar-benar menyukai dan mengetahui pentingnya membaca.

  21. Jadikan buku sebagai hadiah (reward) untuk anak
  22. Pilihlah buku sebagai hadiah untuk anak jika ada acara-acara penting, seperti ulang tahun, kenaikan kelas, dll. Jadikan buku sebagai barang berharga yang dinanti-nantikan oleh anak. Jika anak sudah mencintai buku, hadiah buku akan menjadi hadiah yang menyenangkan hatinya.

  23. Jadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan setiap hari
  24. Kegiatan membaca setiap hari akan menumbuhkan minat baca anak sekaligus membentuk kebiasaan membaca pada anak. Kalau Anda orang tua yang sibuk, lima atau sepuluh menit setiap harinya untuk membacakan cerita kepada anak Anda akan sangat bermanfaat. Jika anak Anda sudah bisa membaca sendiri, Anda tinggal menemaninya membaca sambil Anda juga membaca buku favorit Anda.

  25. Dramatisasi buku yang Anda baca
  26. Ubahlah cara baca Anda ketika anak Anda kurang atau tidak tertarik dengan buku yang Anda bacakan untuknya. Tambahkan kosakata dan kalimat yang menarik dan dramatisasilah cerita yang sedang Anda bacakan, caranya dengan gerakan-gerakan tubuh, mimik muka dan intonasi suara. Anak-anak akan tertarik.

  27. Buatlah buku sendiri
  28. Anak akan sangat senang jika mereka atau Anda membuatkan buku untuk mereka sendiri. Anda bisa membuat buku untuk anak seperti:

    • Buku biografi anak.
    • Tempelkan foto anak, misalnya foto ketika masih bayi, rumah sakit tempat lahir, anak ketika bisa berjalan, mainan favoritnya, dll. Tambahkan kata-kata sederhana yang mengomentari setiap foto. Anak akan bangga dengan buku yang mengisahkan dirinya tersebut.

    • Buku tentang diri Anda.
    • Seperti buku di atas, tetapi berisi kisah Anda dan pasangan Anda sebagai orang tua. Buku tentang diri Anda bisa digunakan sebagai sumber bacaan yang bagus untuk mengajarkan proses pertumbuhan, siklus kehidupan, konsep baik dan buruk, nilai moral, etika, adat istiadat dalam keluarga, dan lain sebagainya.

    • Buku cerita yang Anda gambar sendiri.
    • Karanglah buku cerita yang Anda hias atau gambar sendiri. Meski sederhana dan kurang indah, namun buku seperti ini akan menarik minat anak karena anak tahu kalau orang tuanya yang membuatkan buku itu khusus untuknya. Hal ini juga membuat Anda lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan buku untuk anak karena Anda bisa menentukan sendiri tema yang disukai anak.

  29. Anak membuat sendiri bukunya.
  30. Membuat buku sendiri bisa menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luang anak. Meski anak belum bisa menulis, minta mereka untuk membuat gambarnya, minta mereka menceritakan gambarnya dan Anda yang menuliskan di buku tersebut. Jika mereka sudah bisa menulis, minta mereka untuk membuat gambar dan menuliskan sendiri ceritanya. Anak akan menyukai kegiatan ini. Anak juga mempunyai kesempatan untuk berkarya dan mengembangkan imanjinasinya.

  31. Jadilah teladan
  32. Teladan orang tua lebih berdampak daripada kata-kata. Biarkan anak melihat Anda membaca. Jika hal tersebut sering dia lihat mereka menjadi terbiasa dengan kegiatan membaca tersebut. Jika Anda mengetahui membaca itu penting, namun kita tidak menyukainya, upayakan agar minat baca Anda meningkat.

Bahan diringkas dari sumber:

Judul buku : Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak
Judul bab : Cara Menumbuhkan Minat Baca
Penulis : Anna Yulia
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Jakarta 2005
Halaman : 51 -- 93

lintasberita

Lanjut Baca

Tips Memilih Buku Yang Baik dan Berkualitas

Jika anda yang suka membaca maupun yang tak suka membaca. Berikut ini saya akan memberikan tips bagaimana cara memilih buku yang berkualitas bagi anda, agar buku yang anda ingin miliki berkualitas. Sebab kita ketahui bahwa dalam memilih buku yang berkualitas memang sangat susah. Bila ditinjau dari peringkatnya, memilih buku yang berkualitas ternyata mudah, mau tau bagaimana kiat agar bisa tetap memiliki buku yang berkualitas tanpa harus terlalu lama menghabiskan waktu memilih buku –buku yang sangat banyak jenisnya.

Berikut ada 8 tips cara memilih buku yang baik.

1. Siapa penulisnya?

Jika Anda suka membaca, Anda tentu memiliki penulis favorit. Biasanya penulis favorit tidak mengecewakan pembacanya.

2. Lihat penerbitnya.

Penerbit yang sudah punya nama, biasanya akan menerbitkan buku yang bagus untuk menjaga reputasi.

3. Rekomendasi teman atau komunitas.

Rekomendasi teman yang sama-sama suka membaca dan rekomendasi dari komunitas perbukuan kadang perlu dipertimbangkan. Karena rekomendasi dari mereka biasanya tidak ada dasar kepentingan ekonominya, misalnya agar buku A cepat laku atau semacamnya.

4. Lihat judul dan subjudulnya.

Buku yang menarik biasanya judulnya juga menarik dan tidak biasa. Subjudul juga membantu menjelaskan isi buku, terutama kalau judulnya terlalu pendek.

5. Bacalah daftar isi dan pendahuluannya.

Daftar isi dan pendahuluan biasanya cukup menggambarkan buku itu seperti apa. Di situ pengarang biasanya menjelaskan buku itu tentang apa, ditulis untuk siapa dan apa tujuannya.

6. Jangan terlalu percaya pada endorsement yang ada di sampul buku.

Endorsement yang ada di sampul buku biasanya hanya berupa pujian yang sengaja diminta oleh pengarang atau pihak penerbit. Dengan begitu, endorsement tidak objektif.

7. Bacalah ulasan tentang buku itu sebelumnya.

Selain dari resensi di media massa, sekarang sudah ada beberapa blog yang berisi ulasan tentang buku. Blog yang baik akan memberikan ulasan yang cukup jelas dan objektif. Ulasan buku juga kadang hanya memuji dan bagian dari marketing. Kalau mau lebih pasti, bandingkanlah antara ulasan yang memuji dan mengkritik. Kalau buku terjemahan bisa lihat ulasannya di amazon.com, di sana terdapat banyak ulasan, dan di antaranya banyak yang objektif.

8. Pilih Buku yang bermanfaat

Pilih buku yang sesuai dengan usia dan kebutuhan kita sebagai pelajar. Jangan memilih buku-buku yang tidak seharusnya dibaca oleh seorang pelajar. ^_^

Moga-moga ketujuh tips itu bisa membantu dalam membeli buku, jadi kita tidak kecewa dan tentu saja dapat meningkatkan semangat membaca kita.



lintasberita

Lanjut Baca
 
Copyright (c) 2010 Buku Bagus by Dunia Belajar